Usai KPK OTT Kementerian ATR/BPN, Kemana Nusron?

16 September 2026 15:24

Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendadak ikut terseret dalam pusaran kasus korupsi Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan kementerian yang dipimpinnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah mengungkap empat tersangka dalam kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Para tersangka tersebut di antaranya mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, politikus Partai Golkar Fahd El Fouz (Fahd A Rafiq), serta dua pihak dari kalangan swasta, yang seluruhnya diduga memiliki kedekatan dengan Nusron.

Sorotan terhadap Nusron mengemuka setelah dirinya tidak tampak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI pada Selasa, 15 September 2026. Dalam rapat tersebut, kehadiran Menteri ATR/BPN hanya diwakili oleh Wakil Menteri (Wamen) ATR/BPN, Ossy Dermawan.


Menanggapi ketidakhadiran Nusron, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengaku tidak mengetahui persis aktivitas dan keberadaan kadernya tersebut. Menurut Doli, partai tidak mungkin memantau kegiatan seluruh kadernya setiap hari.

"Kan kami tidak dalam posisi untuk ngecek tiap hari absen semua kader-kader kami. Ya saya kira Pak Nusron juga pasti ada tugas lain tentunya, dan tidak semua RDP kan memang kadang-kadang harus hadir kan, yang penting kan perwakilan dari kementerian itu hadir," ujar Doli, dikutip dari tayangan Metro Siang, Rabu 16 September 2026.

Sementara itu, Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menegaskan bahwa kementeriannya akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan di lembaga antirasuah. Ia juga menyatakan pihak kementerian tidak akan berspekulasi terkait substansi perkara mengingat proses penyelidikan masih berlangsung.

"Pertama, Kementerian ATR/BPN tentunya menghormati tindakan hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau APH siapapun. Yang kedua, Kementerian ATR/BPN akan juga bersikap kooperatif dan juga mendukung segala proses yang tengah dilakukan oleh aparat," tegas Ossy.

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X