Surabaya: Harapan keluarga untuk menemukan Imam Suparno, penumpang yang diduga turut dalam pelayaran KMP Virgo Transport 8 masih terus dilakukan.
Pria 66 tahun asal Surabaya ini diduga berangkat menuju Banjarmasin sebagai kernet truk. Namun, nama Imam Suparno tidak tercantum dalam manifes penumpang kapal.
Novia datang ke posko informasi terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mencari kabar ayahnya, Imam Suparno, yang hingga kini belum ditemukan.
Imam Suparno diketahui berangkat ke Banjarmasin sebagai kernet truk. Pada Sabtu, 12 September pagi, Imam sempat pamit kepada keluarga untuk menyebrang menggunakan
KMP Virgo Transport 8.
Kabar musibah kapal diketahui Novia melalui media social. Khawatir dengan kondisi ayahnya, Novia kemudian datang ke posko untuk memastikan keberadaan Imam.
Namun, saat memeriksa data penumpang, Novia menemukan nama ayahnya tidak tercantum dalam manifes KMP Virgo Transport 8. Padahal, menurut Novia, Imam diketahui berangkat bersama seorang temannya. Nama teman ayahnya tersebut justru tercatat dalam manifes.
Kondisi ini membuat keluarga bingung, karena hingga kini belum ada kepastian mengenai keberadaan Imam. Novia kemudian menyerahkan data pendukung kepada petugas berupa kartu keluarga dan foto ayahnya. Petugas meminta keluarga menunggu karena proses pencarian dan identifikasi masih terus dilakukan.
Meski sudah cukup sering bekerja ke luar pulau, keberangkatan Imam pada Sabtu pagi kini menjadi momen yang terus diingat keluarga. Terlebih, ada ucapan dari Imam sebelum berangkat, yang kini terus terbayang di ingatan Novia.
Bagi keluarga, tidak tercatatnya nama Imam dalam manifes bukan berarti pencarian harus berhenti. Novia berharap petugas tetap menelusuri keberadaan ayahnya, hingga ada kepastian yang jelas. Kini, keluarga hanya bisa menunggu kabar, sambil berharap Imam segera ditemukan.