Apa Makna dari Hari Sumpah Pemuda?

Wijokongko • 27 October 2026 11:23

Jakarta: Setiap memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, kita kerap kali langsung tertuju pada deretan teks ikrar bersejarah atau hafalan materi pelajaran sejarah semasa sekolah. 

Lebih dari itu, jika dimaknai lebih dalam, butir-butir keputusan Kongres Pemuda II tahun 1928 menyimpan nilai perjuangan substansial yang sangat relevan dan mendesak untuk diimplementasikan dalam tantangan kehidupan berbangsa hari ini.

Titik Balik Kesadaran Nasional dan Keruntuhan Ego Primordialisme


Sebelum momentum tahun 1928, perlawanan terhadap kolonialisme di Nusantara masih bergerak secara sporadis dan terkotak-kotak berdasarkan kedaerahan atau kesukuan. 

Sumpah Pemuda menjadi tonggak sejarah krusial di mana para pemuda dari berbagai latar belakang rela menanggalkan ego primordialisme, suku, ras, serta golongan demi menyatukan tekad bertumpah darah, berbangsa, dan berbahasa yang satu: Indonesia.

Transformasi Medan Juang Menghadapi Ancaman Era Digital


Jika musuh utama para pendahulu bangsa di masa lampau adalah penjajahan fisik dan keterpecahbelahan kolonial, maka musuh nyata generasi muda hari ini telah bergeser ke ranah digital. Tantangan kebangsaan saat ini berwujud ancaman perpecahan sosial akibat penyebaran berita bohong (hoaks), polarisasi kelompok, serta ego digital di berbagai platform media sosial yang menguji daya tahan persatuan nasional.

Menjaga kelestarian makna Sumpah Pemuda di masa kini tidak lagi diukur dari angkat senjata, melainkan bagaimana kecerdasan, kreativitas, dan karya positif anak muda dikerahkan untuk memperkuat kohesi sosial dan merajut persatuan bangsa. Nah Teman MTVN Lens, menurut kamu sendiri, apa sih bentuk kontribusi nyata yang paling relevan dilakukan oleh anak muda zaman sekarang buat menjaga persatuan Indonesia di tengah gempuran dunia digital? (Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X