Bongkar Pasang Kabinet Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

3 October 2026 08:20

Jakarta: Belum genap dua tahun memimpin pemerintahan, tapi Presiden Prabowo Subianto sudah tujuh kali melakukan reshuffle. Pergantian tidak hanya menyasar posisi Menteri dan Wakil Menteri saja, tapi juga Kepala Badan, Pejabat Lembaga, sampai dengan jabatan strategis lainnya. 


7 kali reshuffle kabinet Prabowo-Gibran


Dalam rentang waktu ini, sejumlah posisi strategis di pemerintahan mengalami pergantian, baik karena pengisian posisi yang kosong, pergantian pejabat, maupun pemerataan kembali komposisi pemerintahan. Ada tujuh kali reshuffle dari Februari 2025 sampai dengan Oktober 2026. 

Timline 7 kali reshuffle


Waktu reshuffle pertama berlangsung tanggal 19 Februari 2025, kemudian tanggal 8 September 2025, 17 September 2025, sampai 8 Oktober 2025, memasuki 2026 tahun ini, perombakan berlanjut tanggal 27 April, 14 September, dan terakhir adalah 1 Oktober 2026. Artinya, jadi dalam kurang lebih satu tahun delapan bulan, ada tujuh kali momen pergantian dan pemerataan ulang pejabat dalam pemerintahan. 


Reshuffle I


Reshuffle pertama berlangsung pada bulan Februari 2025. Pada saat itu, Satryo Brodjonegoro diberhentikan dari posisi Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, kemudian diisi oleh Brian Yuliarto. Pergantian ini menjadi awal dari serangkaian perombakan Kabinet Prabowo Subianto. 

Reshuffle II


Selanjutnya, tujuh bulan berselang. Presiden kembali merombak sejumlah posisi penting. Purbaya Yudhi Sadewa masuk ke dalam Kabinet menjadi Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani. Ferry Juliantono mengisi posisi Menteri Koperasi.
Mukhtarudin menjadi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Dan di saat yang sama, pemerintah membentuk posisi Menteri Haji dan Umrah, yang diisi oleh Muhammad Irfan Yusuf, dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya. 


Reshuffle III


Selanjutnya, berselang sekitar sembilan hari, reshuffle kembali dilakukan. Kali ini, sejumlah posisi yang sebelumnya masih kosong mulai diisi. Ada nama Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menko Polkam. Erick Thohir mengisi posisi Menpora. Sejumlah wakil menteri juga dilantik, termasuk Afriansyah Noor, Rahmat Marzuki, Farida Faricha. Pergantian juga menyasar posisi lain di lembaga pemerintahan, termasuk Kepala KSP, Kepala LKPP, sampai dengan jajaran Badan Gizi Nasional.

Reshuffle IV


Kurang dari satu bulan kemudian, perombakan kembali terjadi. Kali ini, pergantian menyasar pada dua posisi Wakil Menteri, yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri dan juga Wakil Menteri Kesehatan. Kemudian, ada juga Pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dengan Velix Vernando Wanggai yang ditunjuk sebagai ketuanya. 


Reshuffle V


Memasuki 2026, bulan April, perombakan kembali menyasar pada sejumlah posisi strategis.
Ini ada beberapa namanya. Muhammad Jumhur Hidayat masuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Hanif Faisol Nurofiq menjadi Wakil Menko Pangan.

Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Muhammad Qodari. Qodari kemudian bergeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Sementara Hasan Nasbi menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Reshuffle VI


Sebelum sebulan menjelang dua tahun pemerintahan, pergantian kembali terjadi di posisi Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa digantikan oleh Suahasil Nazara. Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuanga.


Reshuffle VII


Kemarin, 1 Oktober 2026 Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet. Ini adalah sejumlah pergantian paling menonjol terjadi pada level Menteri Koordinator dan Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia dipercaya memimpin Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi. 

Kemudian Sugiono dari Menteri Luar Negeri bergeser menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sedangkan Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menko Politik dan Keamanan menggantikan Djamari Chaniago. Kemudian ada nama baru Armanatha Nasir yang menjadi Menteri Luar Negeri dan Muhammad Sarmuji menjadi Menteri Perindustrian. Sejumlah posisi Wakil Menteri juga mengalami pergantian. 

Perombakan tersebut tidak berhenti di jajaran Kabinet tapi pergantian juga menyasar pada posisi strategis di Istana, Lembaga Pemerintahan, Ombudsman, sampai dengan Kepolisian.

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bergeser dari posisi dari Kapolri menjadi Kepala Staf Kepresidenan, sedangkan Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri yang baru, dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Di saat yang sama, Dedi Prasetyo mengisi posisi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional sementara Arinto Wibowo menjadi Wakil Kepala BPKP. Perubahan ini juga terjadi di Badan Ombudsman dengan nama Nazran Johar sebagai Ketua dan Radian Syam sebagai anggota.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X