Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Palangka Raya Tambah Rumah Oksigen

22 September 2026 18:07

Kualitas udara di Kota Palangka Raya semakin memburuk akibat semakin meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di wilayah tersebut. Hal ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus menambah rumah oksigen di beberapa kelurahan dan akan beroperasi hingga malam hari.

"Pemkot Palangka Raya telah menambah jumlah rumah oksigen. Sebelumnya, rumah oksigen hanya berjumlah 11 unit dan berada di sejumlah puskesmas," kata Jurnalis Metro TV Tantawi Jauhari dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Selasa, 22 September 2026.

Total keseluruhan, Pemkot Palangka Raya telah menambah rumah oksigen menjadi 20 unit. Warga bisa menggunakan rumah oksigen disaat terkena dampak langsung akibat paparan asap, seperti sesak napas dan batuk.

Untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai 1.265 hektare. Lahan yang terbakar di Kota Palangka Raya didominasi oleh lahan gambut, sehingga api cenderung sulit untuk dipadamkan. 

 


Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat 9.324 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Juni hingga September 2026. Ribuan kasus tersebut terjadi di tengah paparan asap akibat karhutla.

"Dari bulan Juni sampai dengan September hari kemarin itu ada 9.324 kasus ISPA yang terdeteksi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, Riduan, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026. 

Dari seluruh kasus ISPA akibat kabut asap karhutla, sekitar 30 persen terjadi pada bayi dan balita. Sementara 40 persen kasus terjadi pada kelompok dewasa dan 30 persen lainnya pada kelompok lanjut usia (lansia).

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X