Kisah Korban Selamat Tabrakan KRL Bekasi, Tak Sadarkan Diri saat Terhimpit di Gerbong

29 April 2026 17:59

Bekasi: Seorang korban selamat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Sausan, saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Usai dioperasi selama beberapa jam, kondisinya kini berangsur membaik.

Sausan adalah seorang pekerja muda di kawasan Mega Kuningan yang sehari-hari menggunakan kereta sebagai transportasi utama. Menurut keterangan kerabatnya, saat kejadian berlangsung, ia tidak sepenuhnya menyadari situasi hingga akhirnya tersadar ketika sudah berada dalam kondisi terhimpit di dalam gerbong.

"Posisi duduk di sebelah kiri, dia juga enggak tahu (karena) lagi main ponsel. Ingat-ingat udah di atas, yang biasa kita naruh barang-barang. Jadi udah ketumpuk-tumpuk," ungkap Ine dan Yuli, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu, 29 April 2026. 
 

Baca Juga: Cegah Kecelakaan Kereta, Pemprov DKI Kebut Pembangunan Flyover Latumenten

Akibat insiden tersebut, Sausan harus menjalani operasi selama berjam-jam untuk menangani patah tulang di tangan kiri serta luka sobek di bagian paha. Meski masih dalam kondisi lemah, ia sudah mulai menunjukkan perkembangan dan dapat berkomunikasi saat didampingi keluarga.

"Jadi kalau kata dokter habis operasi itu jangan suruh tidur. Jadi kita ajak ngobrol aja, ketawa-tawa, mau foto-foto. Dia masih ingat," tutur Ine dan Yuli.

Sebelumnya, insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Akibat kejadian nahas itu, KAI menyatakan sebanyak 107 orang menjadi korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka.

Dari 91 orang yang mengalami luka-luka, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang. Sedangkan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

KAI memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan yang optimal dengan dukungan tenaga medis guna mempercepat proses pemulihan pascainsiden yang terjadi di jalur kereta tersebut.

KAI juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta berupaya menjaga komunikasi agar informasi terkait penanganan korban dapat diterima secara jelas dan transparan.

Selain itu, KAI juga memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal pada insiden tersebut ditanggung secara penuh.


(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)