Perjuangan Muslim Lebanon Jalani Ramadan di Tengah Serangan Israel & Kelaparan

7 March 2026 23:28

Umat Muslim di Lebanon harus berjuang keras menjalankan ibadah di tengah serangan Zionis Israel. Kekurangan kebutuhan dasar, mulai dari tempat perlindungan yang layak hingga asupan makanan, menjadi rintangan utama bagi warga yang terdampak serangan militer.

Banyak warga kini berkumpul di area Masjid Muhammad Al-Amin untuk mencari lokasi perlindungan sementara. Langkah ini diambil menyusul serangan masif dari pihak Zionis Israel yang menyasar berbagai wilayah.

Salah satu warga yang mencari suaka, Jihan Shehadeh, menceritakan betapa sulitnya kondisi saat ini. Ia terpaksa menjadikan mobil pribadinya sebagai tempat tidur saat malam tiba karena ketiadaan tempat penampungan yang memadai.

Meskipun dalam kondisi darurat, Jihan menyebutkan bahwa kebutuhan untuk sahur dan berbuka puasa masih sedikit terbantu oleh persediaan yang disalurkan melalui masjid. 

"Kami tidur di mobil karena tidak ada tempat memadai. Untuk makanan, terutama untuk makan sahur dan buka puasa, pihak masjid menyediakannya," ungkap Jihan.
 

Baca juga: Israel Coba Adu Domba Negara Teluk Lewat Serangan Fasilitas Energi

Kisah pilu lainnya datang dari Waad Hijaz, warga asal Baalbek. Berbeda dengan pengungsi yang mendapatkan bantuan masjid, Hijaz harus berjuang mandiri untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Ketiadaan ruang yang aman memaksanya untuk menjalankan ibadah di jalanan.

"Kami menggelar salat dan ibadah di jalan. Memenuhi kebutuhan sahur kami sendiri. Tapi kami pasrah pada Tuhan. Tuhan menjanjikan bahwa semua akan baik-baik saja," ungkap Hijaz.

Serangan yang terjadi di Lebanon tercatat sebagai salah satu yang terbesar sejak gencatan senjata yang mengakhiri konflik antara Israel dan Iran pada 2024 silam.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)