Narasi 'Jakarta Bombing' di Rusia Terinspirasi Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta

8 January 2026 13:32

Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri mengungkap kemunculan narasi 'Jakarta Bombing' dalam komunitas True Crime Community (TCC) yang berkembang di media sosial. Narasi tersebut menyasar kalangan remaja sebagai target utama.

Narasi itu ditemukan dalam peristiwa kekerasan remaja di Rusia yang diduga terinspirasi dari insiden bom SMAN 72 Jakarta. Polisi Moskow menemukan tulisan 'Jakarta Bombing 2025' pada gagang senjata pelaku penusukan di sebuah sekolah, wilayah Odinsovo.

"Remaja ini bersenjatakan pisau melakukan penyerangan di sebuah sekolah di wilayah Moskow dan menewaskan seorang anak serta melukai seorang petugas keamanan," ujar Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, dikutip dari Metro Pagi Primetime Metro TV, Kamis, 8 Januari 2026.


 


Berdasarkan investigasi Densus 88, True Crime Community merupakan salah satu tren yang berkembang pesat di media sosial, namun komunitas ini tidak memiliki pendiri maupun struktur organisasi resmi.

Di Indonesia, Densus 88 mengungkapkan ada 70 anak usia SMA di 19 provinsi yang terpapar paham radikal. Termasuk terpapar paham radikal oleh grup True Crime Community.

Ke-70 anak-anak yang terpapar tersebut berencana melakukan aksi kekerasan di sekolah.  Mereka berencana membuat bom dengan target meledakkan sekolah.
 

Meningkat setelah covid-19


Densus 88 Antiteror Polri mengungkap penyebaran paham ideologi kekerasan ekstrem, seperti Neo Nazi dan White Supremacy meningkat pascapandemi Covid-19. Penyebaran paham dilakukan secara luas melalui media sosial, di berbagai negara.

"Memang terjadi lonjakan. Pascacovid-19 terjadi lonjakan angka yang luar biasa tajam. Ini terjadi di beberapa negara tidak hanya di Indonesia," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Mayndra memaparkan sejumlah aksi kekerasan ekstrem yang dilakukan anak-anak akibat paham Neo Nazi dan White Supremacy yang terjadi di sepanjang 2025. Salah satunya dilakukan Anderson Solomon, 17 di Antioch High School pada 22 Januari 2025, yang disebut terpapar paham supremasi kulit putih dan membenci identitas rasnya sendiri.

Kemudian, Trinity Shopley, 18 yang berencana melakukan penembakan di sebuah sekolah di Indiana pada Februari 2025. Ada lagi pada Agustus 2025, seorang anak bernama Robin M. Westman, 23 melakukan penembakan di gereja Katolik saat ibadah berlangsung karena obsesinya membunuh anak-anak.

Menurutnya, temuan ini menjadi bukti penyebaran paham atau ideologi kekerasan ekstrem terjadi secara lintas negara melalui ruang digital.

“Ini memperlihatkan bahwa aksi teror dan kekerasan remaja di berbagai negara saling mempengaruhi. Ada proses inspirasi dan glorifikasi yang terjadi melalui komunitas dan media sosial,” pungkas Mayndra.



(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)