14 October 2026 14:39
Palangka Raya: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu sejumlah aktivitas warga dan mengurangi jarak pandang pengendara. Di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), misalnya. Kabut asap menyebabkan jarak pandang di Jalan Trans-Kalimantan hanya sekitar kurang dari 50 meter.
"Bisa dilihat, jarak pandang kurang dari 50 meter. Bahkan kalau saya memperkirakan, ini hanya 30 meter saja, setelah itu sudah tidak bisa lagi melihat di jalan Trans-Kalimantan ini. Tentunya kondisi ini berbahaya bagi pengendara," ujar Jurnalis Metro TV, Joy Jones, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2026.
Di satu sisi, Joy memastikan upaya pemadaman karhutla tetap berlangsung di tengah pekatnya kabut asap yang menutupi kota Palangka Raya, Tim Satuan Tugas (Satgas) karhutla tetap berjibaku memadamkan api dengan cara membuat gorong-gorong di lahan yang terbakar agar api tidak menjalar hingga ke jalan raya.
"Sengaja dibuat gorong-gorong, ini bertujuan untuk mengantisipasi api menjalar sampai ke jalan," ujar Joy.
Petugas menyebut karhutla telah terjadi selama hitungan bulan. Hal itu membuat api yang membakar lahan gambut sudah sangat sulit untuk dipadamkan.