13 May 2026 20:55
Jakarta: Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara mengalami erupsi pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia akibat semburan abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 10 km dari kawah.
Mengenal Gunung Dukono
Gunung Dukono merupakan gunung yang berada di Halmahera Utara, Maluku Utara atau sekitar 14 km dari Kota Tobelo. Gunung ini memiliki ketinggian 1.087 mdpl.
Gunung Dukono menjadi salah satu gunung aktif di Indonesia yang telah meletus terus-menerus sejak 1933. Bahkan gunung ini juga termasuk satu dari 127 gunung api aktif yang dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Sementara itu, dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, Gunung Dukono tercatat berada pada level II atau status waspada per Januari 2026. Pada kondisi tersebut, telah dikeluarkan rekomendasi resmi yang melarang aktivitas masyarakat dalam radius tertentu yang telah ditetapkan.
Penyebab insiden
Mengingat Gunung Dukono berada dalam level II, Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 556/061 yang ditetapkan pada 17 April 2026 tentang penutupan total seluruh aktivitas pendakian Gunung Dukono.
SK tersebut berisi larangan 'Operator/pengelola/penyedia jasa atau pihak manapun dilarang memberi izin pendakian kepada siapapun. Meski begitu, terdapat 20 pendaki yang memasuki kawasan tersebut tanpa izin maupun pendataan resmi dari pengelola.
Situasi semakin berisiko karena tidak ada petugas yang mencegah mereka menuju puncak. Akibatnya, saat erupsi terjadi, tiga dari 20 pendaki tersebut dilaporkan meninggal dunia.
| Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi, Pendakian Jangan Hanya Kejar Popularitas Medsos |