Harga Kedelai dan Daging Sapi Melejit Dampak Konflik Timteng

7 April 2026 14:57

Jepara: Akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah, harga beberapa bahan pokok ikut merangkak naik, termasuk kedelai dan daging sapi. Situasi ini membuat para pedagang perlu mengambil langkah untuk menyiasati lonjakan harga tersebut.

Harga kedelai melonjak, pengrajin tahu di Jepara perkecil ukuran

Lonjakan harga kedelai impor Amerika Serikat (AS) telah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Hal ini membuat para pengrajin tahu dan tempe di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), harus menyesuaikan produk yang dijual. 

Sebelumnya harga kedelai berada di kisaran Rp8 ribu-Rp9 ribu per kg, namun saat ini menjadi Rp11,6 ribu per kg. Kondisi ini membuat omzet produksi pengrajin tahu mengalami penurunan 20 hingga 30 persen.

Meski begitu, mereka memilih untuk memperkecil ukuran produk daripada menaikkan harga jual. Hal ini dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat. Para pengrajin berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk memulihkan stabilisasi harga kedelai. 

"Kalau kenaikan harga jual nanti konsumen akhirnya enggak mau beli, nanti teriak kemahalan. Kita menyiasati ukuran dikurangi," ungkap Pengrajin tahu, Ahmad Abdul Basir, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia. Metro TV, Selasa, 7 April 2026. 
 

Baca Juga: Update Harga Pangan Cabai Rawit hingga Beras Hari Ini

Harga daging sapi di Pasar Kosambi Bandung meroket

Harga daging sapi di Pasar Tradisional Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) masih tinggi di kisaran Rp150-160 ribu per kg. Kondisi ini membuat pendapatan para pedagang menurun akibat daya beli masyarakat yang melemah. 

Kenaikan harga telah dirasakan para pedagang dari tingkat pemotong. Sebagian dari mereka juga tidak berani untuk menaikkan kembali lantaran banyak konsumen yang mengeluh. 

"Kalau dari sananya ada kenaikan tapi jual enggak bisa naik. Masih tetap harga lebaran Rp150-160 ribuan," ungkap Yayah.

Akibatnya omzet pedagang menurun akibat sepi pembeli. Mereka berharap harga daging sapi dapat kembali normal agar daya beli masyarakat juga kembali pulih. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)