Rupiah Menguat di Jumat Sore

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Rupiah Menguat di Jumat Sore

Ade Hapsari Lestarini • 4 September 2026 16:55

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat bergerak menguat 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.642 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.679 per USD.
 
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.636 per USD dari sebelumnya Rp17.689 per USD.
 
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi terhadap pelemahan dolar AS.
 
"Meningkatnya ekspektasi terhadap pelemahan dolar AS lebih lanjut, di tengah berlanjutnya apresiasi yen, turut mendukung tren penguatan rupiah," ujar dia, dilansir Antara, Jumat, 4 September 2026.

Faktor intervensi yen

 
Dia menerangkan investor memandang potensi intervensi yen secara terkoordinasi dan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) sebagai faktor yang dapat semakin menurunkan permintaan terhadap dolar AS.
 
Karena itu, investor mengalihkan sebagian asetnya dari dolar AS ke mata uang Asia dan emerging markets, sehingga mendukung penguatan rupiah.
 
Di sisi lain, pernyataan dovish pejabat The Fed Christopher Waller yang menyampaikan pandangan bahwa dirinya cenderung mendukung mempertahankan stance kebijakan saat ini apabila inflasi terus mengalami moderasi, turut mempengaruhi penguatan rupiah.
 
"Pernyataan dovish tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) September 2026, sehingga semakin menekan permintaan terhadap dolar AS. Hingga pagi ini, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC September 2026 yang tercermin di pasar hanya berada di sekitar 50 persen," ungkap Josua.

(Ade Hapsari Lestarini)