Tujuh Strategi Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah Dapat Restu Prabowo

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Tujuh Strategi Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah Dapat Restu Prabowo

Gabriella Thesa Widiari • 6 May 2026 11:08

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Langkah ini dilakukan setelah rupiah melemah dalam beberapa Waktu terakhir. 

"Bapak Presiden merestui dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Istana Merdeka, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 6Mei 2026.

Strategi pertama yaitu, BI terus memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menjaga nilai tukar rupiah kembali stabil. Menurut Perry, pihaknya memiliki cadangan devisi lebih dari cukup untuk melakukan stabilitas nilai tukar rupiah.
 


Adapun strategi kedua dan ketiga BI difokuskan kepada penguatan arus modal dan koordinasi fiscal-moneter. Perry mengatakan, pihaknya mengupayakan aliran modal masuk ke dalam negeri lewat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Kami bersepakat untuk sementara ini SRBI dibuat perlu inflow (aliran masuk) sehingga inflow-nya SRBI bisa mencukupi aliran keluarnya (outflow) SBN (surat berharga negara) dan saham," kata Perry.

Terkait dengan strategi ketiga tersebut, BI akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membeli SBN dari pasar sekunder.

Selanjutnya, BI bersama dengan Kementerian Keuangan menjaga likuiditas perbankan dan pasar uang tetap longgar. Strategi kelima, BI juga memberlakukan pembatasan pembelian mata uang dolar Amerika Serikat di pasar domestik.

"Kami juga dengan Pak Menteri Keuangan menjaga likuiditas di perbankan dan pasar uang lebih dari cukup, yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer yang selalu double digit, terakhir itu, pertumbuhan uang primernya adalah 14,1 persen," kata Perry.


Ilustrasi rupiah. dok.MI

Kemudian, strategi keenam dan ketujuh terkait dengan penguatan intervensi di pasar offshore luar negeri serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi.

"Kami juga membolehkan bank-bank domestik untuk ikut jualan offshore NDF (non-deliverable forward) di luar negeri sehingga pasokan lebih banyak dan itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar rupiah," kata Perry menjelaskan strategi keenam Bank Indonesia memperkuat rupiah.

Terkait dengan strategi ketujuh, Perry menekankan pengawasan diperketat melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

"Yang terutama, kami lihat bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian dolar tinggi, kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Bu Frederika Widyasari Ketua OJK untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga," ujar Perry.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)