Dampak El Nino, BMKG: Kemarau di Belitung Berpotensi Hingga November

Ilustrasi kekeringan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/agr

Dampak El Nino, BMKG: Kemarau di Belitung Berpotensi Hingga November

Lukman Diah Sari • 28 August 2026 15:50

Tanjungpandan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau di wilayah Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berpotensi berlangsung lebih panjang hingga dasarian II November 2026 akibat pengaruh fenomena El Nino. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III H. AS Hanandjoeddin, Salsa Nur Aqila, mengatakan bahwa musim kemarau tahun ini sejatinya diprakirakan berakhir pada dasarian III Oktober.

"Namun, terdapat kemungkinan musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga dasarian II November," kata Salsa di Tanjungpandan, Jumat, 28 Agustus 2026, melansir Antara.

Salsa menjelaskan, anomali iklim ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027. Karakteristik musim kemarau tahun ini juga cenderung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normalnya.

Akibat kondisi tersebut, curah hujan di wilayah Belitung masih tergolong sangat rendah. Cuaca panas dan kering diprakirakan akan terus mendominasi setidaknya hingga September mendatang.

Merespons situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan sejumlah langkah antisipasi, antara lain mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan menggunakan pelindung diri seperti tabir surya (sunscreen) saat beraktivitas di luar ruangan.

Ilusrasi kekeringan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym.

Kemudian, menghemat penggunaan air bersih selama masa krisis curah hujan. Serta tidak melakukan pembakaran sampah, tidak membuka lahan pertanian/perkebunan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Kondisi yang panas dan kering dapat menyebabkan api lebih mudah menyala dan menyebar. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan pantauan hotspot (titik panas) terkini melalui kanal resmi BMKG," tutupnya.

(Lukman Diah Sari)