Nahdlatul Ulama. Foto: Istimewa
Muktamar NU Diharap Jadi Forum Pemilihan Berdasarkan Kapasitas
M Sholahadhin Azhar • 18 August 2026 18:55
Jakarta: Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Ajang tersebut diharap dapat menjadi forum pemilihan berdasarkan kapasitas.
"Muktamar harus menjadi forum memilih kepemimpinan berdasarkan keulamaan, integritas, kapasitas, dan kemampuan mengkhidmatkan organisasi kepada umat dan bangsa," kata nahdliyin Khalilur R Abdullah Sahlawiy, dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut dia, forum tersebut perlu menjadi wadah yang fair dalam memilih Ketua Umum PBNU dan Rais Aam PBNU. Khalilur percaya masih ada banyak kiai yang kompeten.
"Saya percaya masih banyak kiai dan warga NU yang memiliki independensi dan keberanian,” kata Khalilur.
Khalilur menyebut forum itu dibentuk untuk menumbuhkan semangat perjuangan ulama di Indonesia. Sehingga, pelaksanaan saat ini, harus menjaga muruah tersebut.

Nahdlatul Ulama. Foto: Istimewa
Khalilur menyebut semangat perjuangan itu mesti dijaga. Jangan sampai, semangat tersebut hilang karena transaksi politik.
“NU punya tradisi panjang melawan penjajahan, mempertahankan republik, dan menjaga martabat umat. Jangan sampai tradisi itu kalah oleh kepentingan politik sesaat,” kata Khalilur
Ia juga menyerukan kepada para kiai, PWNU, PCNU, dan seluruh muktamirin agar menjaga independensi Muktamar ke-35. Sehingga, siapa yang terpilih benar-benar mewakili NU.
"Muktamar adalah forum tertinggi NU. Kedaulatan NU ada di tangan muktamirin,” kata Khalilur.