Harga Emas Masih Tertekan, Simak Proyeksinya untuk Hari Ini

Ilustrasi emas. Foto: Bullionstar

Harga Emas Masih Tertekan, Simak Proyeksinya untuk Hari Ini

Husen Miftahudin • 17 July 2026 11:17

Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan akhir pekan ketiga Juli 2026. Dupoin Futures menilai belum ada sinyal teknikal yang mengindikasikan perubahan tren secara signifikan sehingga logam mulia masih berada dalam fase bearish.
 
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi selama harga belum mampu menembus area resistance utama. Sementara itu, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menjadi katalis utama bagi pergerakan emas dan dolar AS.
 
"Harga emas masih menunjukkan kecenderungan melemah setelah gagal bertahan di atas area resistance," ungkap Geraldo dalam risetnya, Jumat, 17 Juli 2026.
 
Geraldo menjelaskan kondisi tersebut membuat struktur tren turun tetap terjaga dan membuka peluang pelemahan menuju area support terdekat di USD3.942 per troy ons. Apabila tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, ruang penurunan diperkirakan semakin terbuka menuju support berikutnya di kisaran USD3.782 per troy ons.
 
Menurut Geraldo, hingga saat ini pelaku pasar di sisi beli (buyer) belum mampu mengambil alih kendali. Hal itu tercermin dari kegagalan harga mencatatkan penutupan (closing) di atas area resistance yang menjadi batas penting perubahan tren.
 
"Selama kondisi tersebut bertahan, arah pergerakan emas diperkirakan masih mengikuti tren bearish yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir," papar dia.
 
Dupoin Futures juga menyoroti posisi Moving Average (MA) 21 yang masih berada di atas harga dan berfungsi sebagai dynamic resistance. Posisi tersebut mengindikasikan setiap upaya penguatan harga masih menghadapi tekanan jual yang cukup besar. Selama harga belum mampu bergerak dan bertahan di atas MA 21, peluang pembalikan tren menuju bullish dinilai masih terbatas.
 
Selain itu, indikator Stochastic Oscillator masih menunjukkan momentum pelemahan dengan pergerakan menuju area oversold. Kondisi tersebut mencerminkan dominasi tekanan dari pihak penjual (seller).
 
Meski area oversold berpotensi memicu rebound teknikal dalam jangka pendek, Dupoin Futures menilai sinyal tersebut belum cukup kuat untuk mengubah tren utama sebelum terjadi breakout di atas resistance atau perubahan arah indikator yang lebih jelas.
 



(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Data Michigan AS berpotensi jadi penggerak pasar

 
Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai arah harga emas pada perdagangan malam ini akan sangat dipengaruhi oleh rilis dua indikator ekonomi Amerika Serikat, yakni Preliminary University of Michigan Consumer Sentiment dan Preliminary University of Michigan Inflation Expectations.
 
Kedua data tersebut menjadi acuan investor dalam menilai optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat sekaligus ekspektasi inflasi ke depan.
 
Menurut Dupoin Futures, apabila data Consumer Sentiment dirilis lebih tinggi dari ekspektasi dan diikuti Inflation Expectations yang tetap tinggi atau meningkat, sentimen terhadap dolar AS berpotensi menguat.
 
Kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi pasar, Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
 
"Jika skenario tersebut terjadi, tekanan terhadap harga emas diperkirakan meningkat," urai Geraldo.
 
Penguatan dolar AS umumnya mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven karena investor cenderung beralih ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
 
Dalam kondisi tersebut, peluang harga emas melanjutkan pelemahan menuju level 3.942, bahkan 3.782, dinilai semakin terbuka. Sebaliknya, apabila data Consumer Sentiment lebih rendah dari perkiraan atau Inflation Expectations menurun, dolar AS berpotensi melemah.
 
Situasi tersebut dapat memicu perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed sekaligus memberikan ruang bagi harga emas untuk mengalami technical rebound dalam jangka pendek.
 
Meski demikian, Dupoin Futures menegaskan potensi kenaikan masih terbatas selama harga belum mampu menembus area resistance dan bergerak di atas MA 21.
 
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih dibayangi sentimen negatif dari sisi teknikal maupun fundamental. Selama harga belum mampu mencatatkan penutupan di atas resistance dan indikator teknikal masih mengonfirmasi dominasi seller, skenario utama tetap mengarah pada pelemahan menuju area support USD3.942 per troy ons hingga USD3.782 per troy ons.
 
"Pelaku pasar juga disarankan mencermati hasil rilis data University of Michigan Consumer Sentiment dan Inflation Expectations, mengingat keduanya berpotensi memicu volatilitas tinggi serta menentukan arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek," tutup Geraldo.

(Husen Miftahudin)