Ilustrasi, emas batangan. Foto: sempsajp.com
Harga Emas Dunia Anjlok, Paling Murah dalam Sebulan Lebih
Husen Miftahudin • 15 September 2026 08:32
Chicago: Harga emas dunia merosot ke level terendah dalam lebih dari satu bulan pada perdagangan Senin waktu setempat. Tekanan terhadap harga emas muncul setelah kenaikan harga minyak dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini.
Mengutip data Yahoo Finance, Selasa, 15 September 2026, harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD4.312,59 per ons pada pukul 13.30 EDT atau 17.30 GMT. Harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turun 1,3 persen menjadi USD4.351,90 per ons.
Analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan lonjakan harga minyak mendorong ekspektasi inflasi dan meningkatkan potensi pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral utama dunia.
"Harga minyak mentah hari ini melonjak tajam, yang mendorong ekspektasi inflasi dan menunjukkan bank sentral utama dunia harus memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi. Kondisi itu berdampak negatif bagi logam mulia," kata Wyckoff.
Harga minyak naik sekitar empat persen pada Senin pagi setelah serangan baru menyasar infrastruktur energi dan sipil Arab Saudi. Serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk juga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi setelah penutupan jalur pipa minyak utama Arab Saudi.
Situasi tersebut terjadi di tengah diplomasi Timur Tengah yang menghadapi ketidakpastian setelah pertemuan Iran dan negara-negara Teluk lainnya ditunda.
Pasar antisipasi kenaikan suku bunga Fed
Sebagian besar ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga pada Rabu. Mereka juga memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir Maret. Ekspektasi tersebut menguat setelah data resmi menunjukkan inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan.
Indeks Harga Konsumen (CPI) AS meningkat 0,4 persen pada bulan lalu setelah hanya naik 0,1 persen pada Juli. Data tersebut dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat sebelumnya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 93 persen pada pertemuan kebijakan pekan ini.
Bank Sentral Jepang juga diperkirakan menaikkan suku bunga pada Jumat di tengah kenaikan harga energi dan tanda-tanda meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Kenaikan suku bunga umumnya menekan permintaan terhadap emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi kurang menarik ketika tingkat suku bunga meningkat.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Dolar AS turut menekan harga emas
Selain prospek kebijakan moneter, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan terhadap harga emas.
Dolar AS naik ke level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,2 persen menjadi USD63,71 per ons. Harga platinum melemah 1,6 persen menjadi USD1.768,17 per ons. Sementara itu, harga paladium turun 0,7 persen menjadi USD1.290,41 per ons.