Harga Bitcoin Naik Tipis ke USD76.498, Pasar Cerna Kebijakan The Fed

Ilustrasi bitcoin. Foto: Freepik.

Harga Bitcoin Naik Tipis ke USD76.498, Pasar Cerna Kebijakan The Fed

Husen Miftahudin • 18 September 2026 11:16

New York: Harga bitcoin menguat tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat, memperpanjang pemulihan setelah anjlok tajam dua hari sebelumnya. Pergerakan bitcoin masih terbatas karena pasar mencermati kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta sinyal pengetatan kebijakan moneter lanjutan.

Mengutip Investing.com, Jumat, 18 September 2026, harga bitcoin naik 0,7 persen menjadi USD76.498,30. Pergerakan tersebut terjadi setelah bitcoin hanya menunjukkan respons terbatas terhadap keputusan The Fed sehari sebelumnya.

Pergerakan harga bitcoin utamanya dipengaruhi oleh keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk menaikkan suku bunga dana federal menjadi 3,75 persen sampai 4,00 persen dari 3,50 persen hingga 3,75 persen. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.

Ringkasan Proyeksi Ekonomi terbaru juga menunjukkan sejumlah indikasi pengetatan kebijakan lebih lanjut. Grafik titik atau dot plot memperlihatkan sedikitnya 12 anggota FOMC memperkirakan masih terdapat satu kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini.

Ketua The Fed Kevin Warsh menyoroti belum adanya perbaikan berarti dalam tren inflasi Amerika Serikat. Ia juga menilai kondisi keuangan secara lebih luas belum cukup ketat serta menegaskan komitmen bank sentral terhadap stabilitas harga. "Faktanya, inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama," kata Warsh kepada wartawan.

Diketahui, lingkungan suku bunga tinggi secara umum dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko dan spekulatif, termasuk mata uang kripto.
 

 

SEC beri sinyal positif untuk tokenisasi


Di tengah sentimen dari kebijakan The Fed, perkembangan regulasi di Amerika Serikat memberikan sentimen positif bagi pasar kripto. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Kamis memperkenalkan pengecualian yang memungkinkan perusahaan menawarkan perdagangan saham dan sekuritas berbasis blockchain atau tokenisasi.

Kebijakan tersebut membuka peluang bagi aset digital untuk semakin terintegrasi dengan pasar keuangan arus utama. Perkembangan ini muncul setelah pasar kripto sebelumnya tertekan akibat kegagalan pengesahan Undang-Undang Klarifikasi di Senat AS.

Bitcoin sempat merosot lebih dari tiga persen pada Selasa setelah Senat gagal meloloskan rancangan undang-undang tersebut dengan perolehan suara 49-50. Undang-Undang Klarifikasi merupakan rancangan regulasi penting yang bertujuan membentuk struktur pengaturan bagi mata uang kripto dan aset digital.

Rancangan tersebut telah disetujui Komite Perbankan Senat AS pada Mei, tetapi kemudian menghadapi kendala untuk memperoleh sedikitnya 60 suara yang diperlukan agar dapat disahkan.

Sementara itu, sejumlah pendukung industri kripto menilai regulator pasar AS, termasuk SEC dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), masih memiliki kewenangan untuk membuat aturan terkait aset kripto tanpa persetujuan Kongres.

Berdasarkan aturan SEC yang diumumkan Kamis, platform yang memfasilitasi perdagangan saham tokenisasi akan memperoleh pengecualian selama lima tahun dari sejumlah persyaratan yang berlaku bagi bursa tradisional seperti Nasdaq dan NYSE. Penyedia likuiditas untuk sekuritas tokenisasi juga akan memperoleh pengecualian dari aturan pendaftaran dealer selama lima tahun.

Para pelaku industri kripto menilai tokenisasi dapat mengubah mekanisme pasar melalui perdagangan 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, penyelesaian transaksi yang lebih cepat, peningkatan likuiditas, serta penurunan biaya transaksi.

SEC juga menyebut teknologi tersebut dapat memungkinkan investor menyimpan aset kripto secara mandiri serta memiliki kepemilikan saham secara fraksional. Menurut SEC, pengecualian diperlukan karena platform yang menawarkan saham tokenisasi berpotensi menghadapi kesulitan memenuhi ketentuan undang-undang sekuritas federal tanpa melakukan perubahan besar terhadap model bisnisnya.


(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
 

Pergerakan harga aset kripto lainnya


Pergerakan positif juga terjadi pada sejumlah aset kripto lainnya pada perdagangan Kamis waktu setempat. Berikut selengkapnya:
  • Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 1,9 persen menjadi USD2.450,52.
  • XRP menguat tipis 0,2 persen.
  • BNB naik 1,8 persen.
  • Solana menguat 2,8 persen.
  • Cardano meningkat 3,5 persen.
  • Di kelompok memecoin, Dogecoin naik 1,4 persen.
  • Token TRUMP menguat 2,2 persen.

(Husen Miftahudin)