Petani hingga Relawan Sampaikan Pesan dalam Aksi Damai Dukung MBG

Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) unjuk rasa di Gedung DPRD Jember. (Metro TV/ Kumbang Ari)

Petani hingga Relawan Sampaikan Pesan dalam Aksi Damai Dukung MBG

Kumbang Ari, Wahyu Tiar, Metro TV • 20 June 2026 13:08

Jember: Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menyampaikan pendapat di Gedung DPRD Jember, Sabtu siang, 20 Juni 2026. Aksi tersebut menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program strategis nasional lainnya.

Massa FMJM turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dengan membawa sejumlah poster bernada tuntutan. Ribuan peserta aksi itu berasal dari pengelola dan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), para suplaiyer, petani, serta sejumlah profesi lain yang mendukung keberlanjutan program MBG.

"Kekurangan dan kesalahan banyak, tetapi tidak lantas harus ditutup. Ini harus dievaluasi dan dilakukan perbaikan. Mulai dari BGN sampai tingkat SPPG," kata Koordinator Aksi, Agus Nuryasin, di Jember. 
 


Dalam aksinya, massa mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program MBG yang dinilai berdampak pada perekonomian masyarakat. Mulai dari membuka lapangan kerja hingga meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

"Di Jember yang sudah ada 219 (SPPG). Bayangkan dari 219 (SPPG) itu, sudah banyak karyawan atau relawan yang sudah terserap," ujar Agus.


Massa FMJM menyampaikan aspirasi dengan membawa sejumlah poster bernada tuntutan. (Metro TV/ Kumbang Ari)


Selain itu, massa juga mengecam pihak yang disebut melakukan adu domba dan ujaran kebencian. Tindakan tersebut dinilai dapat membuat kondisi negara tidak kondusif.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim yang menemui massa di halaman Gedung DPRD Jember berjanji akan meneruskan aspirasi para pengunjuk rasa kepada Presiden Prabowo Subianto.

Aliansi Relawan Peduli Bangsa DIY Dukung MBG

Hal serupa juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aliansi Relawan Peduli Bangsa menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program MBG. Mereka menilai program tersebut tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan dalam aksi pernyataan sikap yang digelar di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Para relawan menyuarakan dukungan terhadap pelaksanaan program MBG yang dijalankan pemerintah.

Menurut mereka, MBG telah memberikan kontribusi melalui peningkatan kualitas gizi anak sekaligus membuka peluang pergerakan ekonomi masyarakat. Para relawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan transparan, tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan.

Koordinator Lapangan Aksi, Raihan Evan, mengatakan MBG merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. "MBG merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif," katanya. 

Aliansi Relawan Peduli Bangsa DIY meyakini pengelolaan program yang baik dapat menghadirkan manfaat luas. Mulai dari terciptanya lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga mendukung kualitas pendidikan nasional.

Selain mendukung program MBG, para relawan juga menekankan pentingnya penguatan budaya antikorupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Ribuan Pelaku SPPG dan UMKM di Malang Dukung Program MBG

Ribuan pelaku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, peternak, dan pelaku UMKM Malang Raya menggelar aksi damai untuk mendukung keberlanjutan program MBG di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sabtu, 20 Juni 2026.

Massa aksi menilai program MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diklaim mampu membantu menurunkan angka stunting, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Aksi damai tersebut digelar di kawasan Bundaran Tugu Kota Malang sejak pagi hingga siang hari. Sebelum menyampaikan aspirasi, massa mengikuti kegiatan olahraga senam yang dipandu sejumlah pelatih.

Dalam orasinya, massa menyerukan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program MBG. Mereka menyebut program tersebut membuka peluang kerja sekaligus mendukung kebutuhan gizi anak usia sekolah, balita, ibu hamil, hingga lanjut usia.

Massa juga menyampaikan tidak ada alasan bagi masyarakat, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, maupun pihak oposisi untuk menolak program MBG. Mereka menilai program tersebut lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat dibandingkan dampak negatif yang beredar di media sosial.

Massa berharap pemerintah Presiden Prabowo Subianto tetap menjadikan MBG sebagai salah satu program unggulan. Program tersebut dinilai dapat terus berjalan di tengah upaya perbaikan ekonomi nasional yang masih menghadapi tantangan.

(Silvana Febiari)