Polresta Pekanbaru dan Polda Riau Tangkap Komplotan Pembunuh Sopir Truk Ekspedisi

Polisi menangkap tersangka pembunuhan seorang sopir truk ekspedisi. (Metro TV/ Fitra Asrirama)

Polresta Pekanbaru dan Polda Riau Tangkap Komplotan Pembunuh Sopir Truk Ekspedisi

Fitra Asrirama • 26 May 2026 10:12

Pekanbaru: Polresta Pekanbaru bekerja sama dengan Polda Riau berhasil menangkap komplotan yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang sopir truk ekspedisi. Aksi tersebut diduga dilakukan karena para tersangka ingin menguasai muatan yang dibawa truk milik korban.

"Kami bersama penyidik Ditreskrimum Polda Riau berhasil menangkap pelaku," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta di Pekanbaru, dikutip Selasa, 26 Mei 2026. 

Tiga tersangka ditangkap di lokasi berbeda. Aktor utama pembunuhan berinisial FG ditangkap di Binjai, Sumatra Utara. Tersangka ZN ditangkap di Langkat dan AS di Mandau, Bengkalis.
 


Tiga tersangka telah dibawa ke Markas Polresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa sepucuk airsoft gun, peluru, tali, lakban, tas ransel, dan telepon genggam.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah ditemukan mayat dalam truk di Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. 

Menurut Muharman, korban bernama Heri Supriadi berprofesi sebagai sopir kedua yang membawa muatan minyak goreng kemasan. Korban bersama sopir pertama FG mengendarai truk dari Sumatra Utara tujuan Lampung


Polisi memamerkan barang bukti kasus pembunuhan sopir truk ekspedisi. (Metro TV/ Fitra Asrirama)

Tersangka FG berniat menguasai muatan minyak goreng untuk dijual, namun ditolak korban. FG akhirnya membunuh Heri Supriadi, dibantu dua rekannya ZN dan AS.

"Niat awalnya mereka ingin menggelapkan isi muatan tersebut. Namun karena korban tidak mau, tersangka FG menyusun rencana, berkomplot dengan tersangka ZN dan tersangka AN (masih DPO), dibantu dengan tersangka AS untuk menyetting seolah-olah akan terjadi perampokan," ungkap Muharman. 

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh dibalut lakban. Polisi masih memburu seorang berinisial AN yang terlibat aksi pembunuhan.

(Silvana Febiari)