Dolar AS Melemah Tipis

Dolar AS. Foto: MI/Ramdani.

Dolar AS Melemah Tipis

Husen Miftahudin • 9 June 2026 09:19

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) sedikit melemah pada perdagangan Senin waktu setempat, karena sentimen risiko lebih besar daripada permintaan aset aman setelah Iran dan Israel menghentikan serangan satu sama lain menyusul seruan untuk tenang dari Presiden AS Donald Trump.
 
Ini juga merupakan pekan yang penting bagi pelaku pasar mata uang karena data inflasi konsumen dan produsen AS yang penting akan dirilis, yang berpotensi memengaruhi tindakan suku bunga bank sentral.
 
Mengutip Investing.com, Selasa, 9 Juni 2026, indeks dolar AS yang melacak nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya, turun 0,1 persen menjadi 100,00.
 
Indeks dolar baru saja mencatatkan kenaikan mingguan terbaiknya sejak pertengahan Maret. Sebagian besar kenaikan tersebut didorong oleh para pedagang yang pada Jumat lalu meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah laporan data nonfarm payrolls AS periode Mei melampaui ekspektasi.
 
Data tersebut, yang muncul setelah indikator positif lainnya di pasar tenaga kerja pada awal pekan ini, menunjukkan bagian pencapaian lapangan kerja maksimal dari mandat ganda The Fed terkendali dan bahwa sisi inflasi jelas merupakan kekhawatiran yang lebih besar.
 
Gambaran yang lebih jelas tentang dampak kenaikan harga minyak terhadap warga Amerika akan terlihat minggu ini dalam bentuk laporan indeks harga konsumen dan indeks harga produsen AS yang akan dirilis pada Rabu dan Kamis.
 
Jika angka-angka tersebut lebih tinggi dari yang diperkirakan, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed bisa meningkat lagi. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi umumnya cenderung memperkuat dolar.
 

Baca juga: Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi 2 Bulan


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Iran-Israel hentikan serangan

 
Iran dan Israel mengatakan mereka telah menghentikan serangan satu sama lain setelah seruan dari Presiden AS Donald Trump agar mereka segera "menghentikan penembakan", meskipun Teheran mengatakan akan melanjutkan serangan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon.
 
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan video yang disiarkan oleh televisi Israel bahwa Israel akan merespons dengan kekuatan jika Iran menyerang lagi.
 
Dalam sebuah wawancara dengan Axios yang diterbitkan pada Senin, Trump mengatakan ia telah memperingatkan Netanyahu. Ia mungkin akan mendapati dirinya berjuang sendirian jika kembali berperang dengan Iran.
 
Salah satu isu utama yang ditekankan Washington kepada Teheran dalam perundingan perdamaian adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari.
 
Pada Senin, pasukan AS melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak tanpa muatan di Teluk Oman setelah kapal tersebut mencoba berlayar ke pelabuhan Iran, melanggar blokade yang sedang berlangsung terhadap Iran, kata militer AS.

(Husen Miftahudin)