Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus, Senin, 31 Agustus 2026. (ANTARA/HO-Badan Geologi/aa.)
Kenapa 6 Gunung Api Erupsi Bersamaan? Ini Penjelasan Badan Geologi
Putri Purnama Sari • 8 September 2026 15:28
Jakarta: Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Enam gunung api tercatat berstatus Level III (Siaga), sementara beberapa di antaranya mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan, kenapa banyak gunung api di Indonesia meletus hampir bersamaan? Apakah aktivitas satu gunung dapat memicu erupsi gunung api lainnya? Berikut informasinya.
Kenapa 6 Gunung Erupsi Bersamaan?
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan erupsi yang terjadi di sejumlah gunung api tersebut tidak saling memicu. Setiap gunung memiliki sistem magma serta dinamika vulkanik yang berbeda.Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Instagram resminya juga menjelaskan bahwa gunung api yang bersamaan bukan hal yang aneh. Kondisi tersebut dapat terjadi secara alami dan tidak berarti erupsi satu gunung api memicu gunung api lainnya.
Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang memiliki banyak gunung api aktif. Karena itu, beberapa gunung api dapat mengalami erupsi pada hari yang sama tanpa adanya satu fenomena besar yang menghubungkan aktivitas vulkanik tersebut.
Setiap gunung api juga memiliki karakteristik, sistem magma, serta dinamika vulkanik yang berbeda. Dengan demikian, aktivitas atau erupsi yang terjadi pada satu gunung api tidak secara otomatis menyebabkan gunung api lain ikut erupsi.
Erupsi Tidak Selalu Berarti Letusan Besar
.jpg)
Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. ANTARA/HO-Tangkapan layar.
Badan Geologi juga mengingatkan bahwa erupsi merupakan bagian dari aktivitas vulkanik. Erupsi tidak selalu berlangsung dalam skala besar atau menunjukkan kondisi yang sama pada setiap gunung api.
Hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah perubahan aktivitas gunung api dibandingkan pola normal sebelumnya. Peningkatan aktivitas yang signifikan dapat menjadi indikator yang perlu diwaspadai.
Karena itu, masyarakat di sekitar gunung api diimbau tidak hanya melihat apakah gunung sedang erupsi atau tidak, tetapi juga memperhatikan status aktivitas dan rekomendasi resmi dari pihak berwenang.
6 Gunung Api Berstatus Siaga
Enam gunung api yang saat ini berstatus Level III (Siaga) meliputi Gunung Anak Krakatau, Gunung Sinabung, Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Ibu.1. Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau berada di kawasan Selat Sunda. Statusnya naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Kenaikan status tersebut dipicu oleh peningkatan kegempaan dan deformasi. Pada 4-6 September 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami rangkaian aktivitas erupsi.
Abu vulkanik yang dihasilkan aktivitas erupsi juga berdampak terhadap penerbangan dan menyebabkan penutupan sejumlah bandara. 2. Gunung Sinabung
Gunung Sinabung di Sumatra Utara berstatus Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026. Status tersebut dinaikkan setelah terpantau adanya peningkatan aktivitas vulkanik secara visual dan instrumental. Hingga 6 September 2026, asap kawah terlihat berwarna putih dan tebal dengan ketinggian sekitar 300-500 meter di atas puncak.
3. Gunung Semeru

Aktivitas Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jumat, 28 Agustus 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru di Jawa Timur telah berstatus Level III (Siaga) sejak 29 November 2025. Sebelumnya, gunung ini berstatus Level IV (Awas) sebelum diturunkan seiring dengan penurunan aktivitas.
Pada 6 September 2026 pukul 07.51 WIB, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Erupsi kembali terjadi pada 7 September 2026 pukul 04.50 WIB, dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi erupsi 112 detik.
4. Gunung Merapi
Gunung Merapi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berstatus Level III (Siaga) sejak 5 November 2020. Status tersebut hingga kini belum diturunkan karena aktivitas kegempaan masih tergolong tinggi. Pada 6 September 2026, tercatat 64 gempa guguran dan 66 gempa hybrid atau fase banyak.
5. Gunung Lewotobi Laki-laki
Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) berstatus Level III (Siaga) sejak 12 Mei 2026. Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Gunung ini juga menjadi salah satu gunung api yang mengalami aktivitas erupsi di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia.
6. Gunung Ibu
Gunung Ibu berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Statusnya berada pada Level III (Siaga) sejak diturunkan dari Level IV (Awas) pada 28 Januari 2025. Pada 6 September 2026, Gunung Ibu kembali mengalami erupsi. Kolom letusannya mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.
Apakah Erupsi Bersamaan Berbahaya?
Aktivitas beberapa gunung api dalam waktu berdekatan tetap perlu menjadi perhatian. Namun, masyarakat tidak perlu panik dan harus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api.Masyarakat di sekitar gunung api diimbau tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan. Rekomendasi dari PVMBG dan Badan Geologi juga perlu dipatuhi. Selain itu, masyarakat dianjurkan mengikuti informasi dari sumber resmi, termasuk PVMBG, Badan Geologi, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi hal penting ketika aktivitas vulkanik meningkat.