Purbaya: Penerimaan Negara Januari 2026 Melonjak, Tembus Rp172,7 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: MTVN/Duta Erlangga.

Purbaya: Penerimaan Negara Januari 2026 Melonjak, Tembus Rp172,7 Triliun

Ade Hapsari Lestarini • 4 February 2026 20:37

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penerimaan negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun per 31 Januari 2026. Angka ini tumbuh 9,8 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan realisasi Januari tahun lalu senilai Rp157,3 triliun.

"Alhamdulillah, hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan," kata Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 4 Februari 2026.

Realisasi penerimaan per Januari itu setara dengan 5,5 persen target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Purbaya menjelaskan kinerja penerimaan utamanya ditopang oleh penerimaan pajak yang tumbuh tinggi mencapai 30,8 persen, dengan nilai sebesar Rp116,2 triliun.

Penerimaan pajak telah mencapai 4,9 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

“Pertumbuhan tersebut berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar tujuh persen, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23 persen, sehingga seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan neto positif,” ujar Purbaya.



Ilustrasi. Foto: Medcom.id

 

 

Penerimaan bea dan cukai terkontraksi


Sementara itu, penerimaan bea dan cukai mengalami kontraksi sebesar 14 persen. Nilai realisasi penerimaan bea dan cukai tercatat sebesar Rp22,6 triliun atau setara 6,7 persen dari target Rp336 triliun.

Menurut Menkeu, penurunan itu dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif dua persen sebesar 29 persen.

Selain itu, pelambatan juga disebabkan oleh turunnya harga minyak kelapa sawit (CPO) dari USD1.059 per metrik ton menjadi USD916 per metrik ton atau terkoreksi 13,5 persen.

Lebih lanjut, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga melemah dengan pertumbuhan negatif 19,7 persen. Kontraksi ini disebabkan oleh tidak berulangnya setoran dividen perbankan sebesar Rp10 triliun pada tahun sebelumnya.

"Gambaran penerimaan pajak Januari ini menunjukkan kelihatannya betul-betul kembalikan arah ekonomi sedang terjadi, sehingga pendapatan pajaknya tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu," tutur Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)