Antisipasi Cuaca Ekstrem, 1.150 Pohon Rawan Tumbang di Jakut Dipangkas

Petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara melakukan penopingan pohon dan pemotongan pohon rawan tumbang di Jakarta Utara. Foto: ANTARA/HO-Pemkot Jakut

Antisipasi Cuaca Ekstrem, 1.150 Pohon Rawan Tumbang di Jakut Dipangkas

Fachri Audhia Hafiez • 5 March 2026 21:48

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memitigasi risiko cuaca ekstrem dengan menangani 1.150 pohon rawan tumbang dan sempal sepanjang Januari hingga Februari 2026. Langkah masif yang dilakukan di enam kecamatan ini diklaim berhasil menurunkan angka kejadian pohon tumbang secara signifikan berkat pengawasan dan pemangkasan yang terjadwal.

“Langkah preventif ini terbukti efektif menekan angka kejadian pohon tumbang secara signifikan,” ujar Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara, Reina Camelia di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
 


Reina menjelaskan, dari total 1.150 penanganan, sebanyak 199 pohon masuk kategori ringan, 743 kategori sedang, 84 kategori berat, serta 47 pohon terpaksa ditebang karena kondisinya membahayakan keselamatan. Konsistensi petugas dalam menjalankan program "Rabu Menoping" di seluruh kecamatan terbukti membuahkan hasil, di mana kasus pohon tumbang merosot tajam dari 57 kasus pada Januari menjadi hanya empat kasus di bulan Februari.

“Program Rabu Menoping terus kami jalankan dengan melibatkan personel tingkat kota dan kecamatan untuk menyisir pohon yang terlalu rimbun atau berpotensi membahayakan,” kata Reina.

Dalam setiap penataan, petugas di lapangan tetap mengedepankan aspek estetika kota tanpa mengabaikan keselamatan publik. Lingkungan yang tertata rapi diharapkan mampu menghadirkan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama saat intensitas hujan dan angin kencang meningkat di wilayah pesisir Jakarta.
 
“Kami ingin memastikan warga Jakarta Utara tetap aman dan nyaman saat beraktivitas, meskipun cuaca tidak bersahabat,” imbuhnya.

Selain tindakan rutin, Pemkot Jakarta Utara juga mengandalkan partisipasi aktif masyarakat melalui kanal Cepat Respon Masyarakat (CRM). Tercatat sebanyak 217 laporan warga telah ditindaklanjuti selama dua bulan pertama tahun ini, yang memperkuat sistem mitigasi risiko di lapangan.

“Upaya ini diharapkan mampu semakin memperkuat sistem mitigasi risiko pohon tumbang, sekaligus menjaga Jakarta Utara tetap hijau, aman dan tertata,” kata Reina.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)