Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Datar, Inflasi AS Persempit Ruang Pemangkasan Suku Bunga
Eko Nordiansyah • 27 August 2026 08:30
New York: Wall Street bergerak terbatas pada Rabu, 26 Agustus 2026, setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan harga masih bertahan. Kondisi tersebut mempersempit ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk segera menurunkan suku bunga.
Investor juga memilih berhati-hati menjelang laporan kinerja kuartalan Nvidia yang dirilis setelah penutupan perdagangan. Saham perusahaan teknologi tersebut menjadi perhatian karena kinerjanya dinilai dapat memberikan gambaran mengenai keberlanjutan investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Dikutip dari Investing, Kamis, 27 Agustus 2026, indeks S&P 500 berakhir stagnan di level 7.677,00 poin. Nasdaq Composite turun 0,1 persen menjadi 26.130,20 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 0,2 persen ke level 53.464,59 poin.
Inflasi masih di atas target The Fed
Data Bureau of Economic Analysis (BEA) menunjukkan indeks harga core personal consumption expenditures (PCE) meningkat 0,2 persen secara bulanan pada Juli 2026 dan tumbuh 3,3 persen secara tahunan.Secara bulanan, kenaikan tersebut lebih cepat dibandingkan Juni. Sementara secara tahunan, inflasi inti tetap berada di level 3,3 persen atau jauh di atas target jangka panjang The Fed sebesar dua persen.
PCE secara keseluruhan juga meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 3,7 persen secara tahunan pada Juli. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Data tersebut menunjukkan tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda meskipun perekonomian AS masih menunjukkan ketahanan.
Estimasi kedua BEA terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil AS kuartal II-2026 juga tetap berada di level 1,5 persen. Sementara itu, pesanan baru barang manufaktur tahan lama pada Juli meningkat 1,1 persen, lebih tinggi dari perkiraan 0,4 persen.
Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang relatif solid dan inflasi yang masih tinggi memberikan alasan bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga sembari menunggu data ekonomi berikutnya.
Perubahan ekspektasi pasar tercermin dalam CME FedWatch. Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September meningkat menjadi hampir 64 persen dari sekitar 60 persen sehari sebelumnya.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Pasar obligasi masih jadi perhatian
Data inflasi tersebut juga muncul ketika pasar obligasi AS masih menghadapi tekanan.Kekhawatiran terhadap inflasi, termasuk potensi dampak kenaikan harga minyak, serta tingginya penerbitan utang untuk membiayai investasi infrastruktur AI turut memengaruhi pergerakan obligasi pemerintah AS bertenor panjang.
Pekan sebelumnya, obligasi tenor panjang mengalami aksi jual yang mendorong kenaikan yield. Departemen Keuangan AS kemudian mengambil langkah untuk membatasi kenaikan imbal hasil melalui peningkatan pembelian kembali obligasi.
Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran pasar. Besarnya utang pemerintah AS yang telah melampaui USD40 triliun menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan investor.
Pergerakan yield menjadi penting bagi pasar saham karena perubahan tingkat imbal hasil dapat memengaruhi biaya pendanaan sekaligus valuasi aset berisiko, terutama saham teknologi yang memiliki ekspektasi pertumbuhan tinggi.
Investor menunggu kinerja Nvidia
Selain indikator makroekonomi, perhatian investor tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang dirilis setelah perdagangan Wall Street berakhir.Laporan tersebut menjadi penting bagi pasar karena Nvidia merupakan salah satu perusahaan utama yang menopang reli saham teknologi dan tema investasi AI sepanjang tahun.
Investasi AI sebelumnya mendorong kenaikan pasar pada April hingga Juni. Namun, reli tersebut mulai menghadapi tekanan setelah investor mempertanyakan tingkat pengembalian dari investasi infrastruktur AI yang mencapai miliaran dolar.
Indeks Semikonduktor Philadelphia bahkan sempat turun lebih dari 20 persen pada Juli.
Ekspektasi terhadap Nvidia pun sangat tinggi. Pendapatan kuartalan perusahaan diperkirakan hampir dua kali lipat secara tahunan menjadi sekitar USD92 miliar.
Karena ekspektasi pasar sudah tinggi, investor tidak hanya akan mencermati pencapaian pendapatan, tetapi juga proyeksi pertumbuhan dan permintaan terhadap produk AI generasi berikutnya.
Pelaku pasar juga akan memperhatikan pandangan Nvidia mengenai kemungkinan peralihan pelanggan dari cip Blackwell ke prosesor generasi berikutnya, Vera Rubin.
Dengan demikian, pergerakan Wall Street saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, tetapi juga oleh hubungan antara inflasi, kebijakan suku bunga, pasar obligasi, dan keberlanjutan investasi AI.