Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo bersama jajaran saat mengikuti rapat bersama Komisi III DPR RI. Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.
Polri Usulkan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun untuk 2027
Fachri Audhia Hafiez • 17 June 2026 12:36
Jakarta: Polri mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun dari pagu indikatif tahun 2027, yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp118 triliun. Karena pagu indikatif dinilai masih berada di bawah kebutuhan ideal.
"Pagu indikatif Polri untuk tahun anggaran 2027 masih di bawah kebutuhan ideal anggaran yang diusulkan Polri," kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 17 Juni 2026.
Dedi menjelaskan dukungan anggaran merupakan faktor krusial guna memenuhi alokasi kebutuhan organisasi, serta sumber daya manusia. Hal tersebut demi mengoptimalkan pelaksanaan perencanaan serta pencapaian tujuan institusi Polri ke depan.
Dari total usulan tambahan Rp66,1 triliun, alokasi terbesar difokuskan pada belanja modal yang menyerap Rp40,6 triliun. Anggaran belanja modal ini direncanakan untuk pengadaan kendaraan listrik pelayanan masyarakat, penyediaan kendaraan khusus Brimob, pembangunan Mako Polda, Polres, Polsek, hingga Pospol di wilayah perbatasan.
Selain itu, dana tersebut akan menyasar pembangunan rumah dinas anggota. Sekaligus, pemenuhan peralatan khusus sebagai persiapan pengamanan Pemilu 2029.
"Kiranya hasil rapat kerja ini dapat mempertimbangkan penyesuaian maupun penambahan anggaran berdasarkan usulan kebutuhan anggaran," ucap Dedi.
.jpg)
Ilustrasi Polri. Foto: Dok. Media Indonesia.
Pada Februari 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah bersurat kepada pemerintah terkait kebutuhan anggaran Polri untuk tahun 2027 sebesar Rp178,6 triliun. Namun, setelah dilakukan rasionalisasi kembali dengan memperhitungkan fluktuasi kenaikan harga BBM serta kurs rupiah terhadap dolar AS, kebutuhan ideal anggaran Polri 2027 membengkak menjadi Rp184,1 triliun.
Berdasarkan perhitungan komprehensif tersebut, Polri masih menghadapi kekurangan anggaran sebesar Rp66,1 triliun. Dedi menegaskan penambahan anggaran ini menjadi langkah berkelanjutan untuk mengakselerasi Polri menuju institusi yang semakin profesional dalam menghadapi dinamika strategis.
Sejumlah pertimbangan penambahan anggaran mengacu pada perkembangan lingkungan strategis di tingkat global, regional, hingga nasional. Termasuk di dalamnya ialah adaptasi teknologi informasi dan siber, serta peningkatan kegiatan Harkamtibmas dan penegakan hukum guna menyokong program Asta Cita.