Daging Kelinci Halal Dikonsumsi, Ini Kandungan Gizi dan Manfaatnya

Ilustrasi freepik

Daging Kelinci Halal Dikonsumsi, Ini Kandungan Gizi dan Manfaatnya

Putri Purnama Sari • 10 June 2026 19:05

Jakarta: Sate kelinci menjadi salah satu kuliner yang cukup populer di sejumlah daerah wisata di Indonesia. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai status hukum daging kelinci dalam Islam.

Pertanyaan seperti "sate kelinci haram atau halal?" sering muncul karena tidak semua orang terbiasa mengonsumsi daging kelinci seperti halnya daging ayam, sapi, atau kambing.

Lantas, apakah sate kelinci halal dimakan oleh umat Islam? Berikut penjelasannya.

Apakah Sate Kelinci Halal?

Dalam Islam, daging kelinci termasuk makanan yang halal untuk dikonsumsi. Kelinci tidak termasuk hewan yang diharamkan sehingga boleh dimakan selama proses penyembelihannya dilakukan sesuai syariat Islam.

Para ulama sepakat bahwa kelinci merupakan hewan yang halal dimakan berdasarkan hadis-hadis yang menunjukkan bahwa para sahabat pernah mengonsumsi daging kelinci pada masa Rasulullah SAW dan Nabi tidak melarangnya.

Dalil Halalnya Daging Kelinci

Keterangan mengenai halalnya daging kelinci dapat ditemukan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA.

Dari Anas, is berkata: Melintas di depan kami seekor kelinci di Marri Zahran, maka orangorang mengejar dan menangkapnya, dan aku dapatinya, maka aku memberikan kepada Abu Talhah lalu disembelihnya. Dan is mengirim kepada Rasulullah kedua pahanya dan beliau menerimanya.” (Diriwayatkan oleh Jamaah— Nail al-Authar Juz 7 hal. 137).

Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.
 

MUI Tegaskan Daging Kelinci Halal


Ilustrasi freepik

Selain berdasarkan hadis Rasulullah SAW, kehalalan daging kelinci juga telah ditegaskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam Fatwa MUI yang ditetapkan pada 17 Jumadil Awal 1403 H atau bertepatan dengan 2 Maret 1983 M, MUI menyatakan bahwa memakan daging kelinci hukumnya halal.

Penetapan tersebut didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menceritakan bahwa Rasulullah menerima dan mengonsumsi daging kelinci yang diberikan oleh para sahabat.

Setelah mempertimbangkan dalil syariat serta manfaat pengembangan peternakan kelinci sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat, MUI memutuskan bahwa konsumsi daging kelinci diperbolehkan bagi umat Islam.

Dengan adanya fatwa tersebut, masyarakat Muslim tidak perlu ragu untuk mengonsumsi sate kelinci maupun olahan daging kelinci lainnya selama proses penyembelihan dan pengolahannya dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam.

Syarat Sate Kelinci Menjadi Halal

Meski kelinci termasuk hewan yang halal dimakan, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar sate kelinci tetap halal untuk dikonsumsi, yaitu:

1. Disembelih Sesuai Syariat Islam

Penyembelihan harus dilakukan sesuai ketentuan Islam dengan menyebut nama Allah SWT dan memenuhi syarat penyembelihan yang benar.

2. Tidak Berasal dari Hewan yang Mati Tanpa Disembelih

Daging kelinci yang berasal dari bangkai atau hewan yang mati tanpa disembelih sesuai syariat tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.

3. Tidak Tercampur Bahan Haram

Dalam proses pengolahan, sate kelinci harus terbebas dari bahan-bahan yang diharamkan, seperti minuman beralkohol atau bahan lain yang tidak halal.

Mengapa Ada yang Mengira Daging Kelinci Haram?

Sebagian orang menganggap daging kelinci haram karena kelinci lebih sering dikenal sebagai hewan peliharaan dibandingkan hewan konsumsi.

Padahal, dalam hukum Islam, status halal atau haram suatu hewan tidak ditentukan berdasarkan kebiasaan masyarakat memeliharanya, melainkan berdasarkan dalil syariat yang menjelaskan hukumnya.

Oleh karena itu, meskipun banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan, kelinci tetap termasuk hewan yang halal dimakan.

Kandungan Gizi Daging Kelinci

Selain halal, daging kelinci juga dikenal memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan daging kelinci antara lain:

  • Mengandung protein yang tinggi.
  • Memiliki kadar lemak yang relatif rendah.
  • Mengandung berbagai vitamin dan mineral.
  • Dikenal memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dibanding beberapa jenis daging merah lainnya.

Karena kandungan gizinya tersebut, daging kelinci kerap menjadi alternatif sumber protein bagi sebagian masyarakat.

(Arga Sumantri)