Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur/Metro TV/Candra
KPK Tahan Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo
Candra Yuri Nuralam • 27 February 2026 15:31
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Budiman Bayu Prasojo (BBP). Penyidik langsung menahan Budiman usia diperiksa kemarin, 26 Februari 2026, sore.
"Penahanan terhadap saudara BBP untuk 20 hari pertama sejak tanggal 27 Februari sampai dengan 18 Maret 2026," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Februari 2026.
Budiman ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pada proses importasi di Ditjen Bea dan Cukai pada Kamis, 26 Februari 2026. Penyidik menangkap Budiman di Kantor Pusat Bea Cukai di Jakarta Timur usai ditetapkan sebagai tersangka.
"Bahwa (penetapan tersangka) berdasarkan kecukupan alat bukti," ucap Asep.
KPK memastikan sudah mendapatkan dukungan dari Satuan Pengawasan Ditjen Bea Cukai sampai Inspektorat Jenderal Kemenkeu. Budiman disangkakan melanggar Pasal 12 B UU 31 Tahun 1999 jo.UU No.20 Tahun 2001 jo. Pasal 20 huruf c UU No.1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
KPK mengembangkan kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai. Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BPP) ditangkap.
Penyidik langsung membawa Bayu ke Gedung Merah Putih KPK usai ditangkap. Sebelum upaya paksa itu dilakukan, KPK lebih dulu menetapkan Budiman sebagai tersangka.
.jpeg)
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur/Metro TV/Candra
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rizal (RZL); Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Sispiran Subiaksono (SIS); Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai Orlando Hamonangan (ORL); Pemilik PT Blueray (BR) John Field; Ketua Tim Dokumentasi Blueray Andri (AND); dan Manager Operasional Blueray Dedy Kurniawan (DK).
Mereka terseret kasus dugaan rasuah terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.