Eksekusi Lahan Hotel Sultan Ricuh, Wamensesneg Pantau Langsung

Proses eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, berlangsung tegang dan diwarnai kericuhan. Foto: Metro TV/Satrio Adi Putranto.

Eksekusi Lahan Hotel Sultan Ricuh, Wamensesneg Pantau Langsung

Satrio Adi Putranto • 18 June 2026 11:08

Jakarta: Proses eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, berlangsung tegang dan diwarnai kericuhan. Sejumlah pekerja bersama simpatisan pihak hotel melakukan penolakan keras saat petugas gabungan mulai bergerak melakukan pengosongan.

Pantauan Metrotvnews.com, aksi saling dorong dan perlawanan dari massa pecah ketika petugas berupaya menembus barikade untuk memasuki area utama Hotel Sultan. Massa yang menolak eksekusi sempat bertahan di beberapa titik akses masuk guna menjegal langkah petugas pengadilan yang hendak membacakan dan mengeksekusi putusan.
 


Jalannya eksekusi ini dipantau langsung oleh Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suharyanto dari lokasi kejadian. Bambang tampak didampingi oleh jajaran Direksi Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), aparat keamanan, serta tim juru sita pengadilan.

Meski sempat mendapat perlawanan sengit, ketatnya pengamanan membuat petugas akhirnya berhasil merangsek masuk ke dalam area Hotel Sultan. Begitu barikade berhasil dijebol dan akses pintu utama terbuka, petugas langsung melanjutkan agenda pengosongan yang diawali dengan pendataan, inventarisasi, serta pengamanan seluruh barang yang berada di dalam bangunan.

Langkah eksekusi ini diambil pemerintah sebagai tindak lanjut atas putusan inkrah dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait sengketa lahan Hotel Sultan yang telah berjalan bertahun-tahun. Pihak manajemen Hotel Sultan dan PT Indobuildco selaku pengelola lama hingga kini menyatakan tetap keberatan atas pelaksanaan pengosongan paksa tersebut.


Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suharyanto. Foto: Metro TV/Satrio Adi Putranto.

Hingga Kamis siang, 18 Juni 2026, proses pengosongan interior hotel masih terus berlangsung. Guna mengantisipasi kericuhan susulan, lokasi di sekitar Hotel Sultan dijaga ketat oleh aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, serta petugas pengamanan internal PPKGBK. Sejumlah ruas jalan menuju area hotel juga disterilkan secara total.

(Fachri Audhia Hafiez)