Rupiah Tertekan, Pasar Cermati Arah Kebijakan Bunga The Fed

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Rupiah Tertekan, Pasar Cermati Arah Kebijakan Bunga The Fed

5 January 2026 17:15

Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak melemah 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.740 per USD dari sebelumnya Rp16.725 per USD.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan kurs rupiah seiring ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed pada tahun ini.

"Mengacu pada risalah rapat The Fed per Desember, ada perpecahan pendapat anggota The Fed terkait prospek penurunan bunga antara yang berkeinginan untuk penguatan pasar tenaga kerja dan yang ingin pencapaian target inflasi dua persen yang masing-masing saling berlawanan," ucap dia kepada Antara, di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Mengutip Xinhua, sebagian pendapat anggota The Fed menyampaikan pelonggaran kebijakan suku bunga tepat diputuskan sebagai respons terhadap risiko penurunan lapangan kerja. Sebagian lainnya menunjukkan risiko inflasi yang lebih tinggi, sehingga disarankan tak melakukan penurunan suku bunga lebih lanjut.


Ilustrasi. Foto: Freepik
 

 

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga


Data terbaru CME FedWatch Tool menunjukkan Federal Reserve diperkirakan memiliki probabilitas 85,1 persen untuk mempertahankan suku bunga tak berubah pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026.

Pelemahan rupiah juga dipengaruhi risiko geopolitik terkait invasi AS terhadap Venezuela.

"Perseteruan AS dengan Venezuela berdampak pada penjualan SBN (Surat Berharga Negara), terutama oleh pelaku pasar asing, dan peningkatan yield seiring pengalihan pada aset yang aman seperti emas dan dolar AS," ungkap Rully.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.748 per USD dari sebelumnya Rp16.725 per USD.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com