Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka Bagi Siapa Saja yang Siap Bekerja

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka Bagi Siapa Saja yang Siap Bekerja

Fachri Audhia Hafiez • 26 March 2026 09:24

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengingatkan warga yang hendak mengadu nasib di ibu kota pascalebaran untuk mempersiapkan diri dengan keahlian yang memadai. Meski Jakarta terbuka bagi siapa saja, pemerintah daerah menekankan pentingnya kualifikasi agar para pendatang baru tidak menambah beban permasalahan sosial di Jakarta.

"Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja, dan kapabilitasnya sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 25 Maret 2026.
 


Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memberlakukan operasi yustisi bagi pendatang. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa penertiban tetap akan dilakukan apabila pendatang baru terbukti tidak memiliki kemampuan kerja dan justru menjadi beban kota.

“Dalam hal yang seperti itu (pendatang yang tak punya kemampuan kerja), pasti akan kami berikan ruang untuk ditertibkan. Tidak bisa orang kemudian datang tanpa mempunyai kemampuan apa pun dan menjadi beban. Jadi, Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi kami meminta bagi siapa pun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta,” ungkap Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi, meminta Pemprov DKI untuk memperkuat pendataan kependudukan. Menurutnya, urbanisasi tanpa persiapan matang hanya akan memicu persoalan baru, seperti lonjakan angka pengangguran hingga munculnya permukiman kumuh yang tidak layak huni.

"Kota ini terbuka bagi siapa pun, tetapi mari bersama menjaga agar kota ini tetap tertib dan layak bagi seluruh warganya," tutur Nabilah.

Pihak DPRD mendorong agar calon pendatang diberikan edukasi mengenai kondisi riil lapangan kerja serta tingginya biaya hidup di Jakarta, agar mereka memiliki pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk merantau.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)