TNI AL Gagalkan Penyelundupan 4.364 Cartridge Vape Diduga Mengandung Narkotika di Bakauheni

Tim gabungan TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan 4.364 cartridge liquid vape yang diduga mengandung narkotika di Pelabuhan Bakauheni. (Dokumentasi/ Istimewa)

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 4.364 Cartridge Vape Diduga Mengandung Narkotika di Bakauheni

Silvana Febiari • 13 October 2026 17:05

Bandar Lampung: Tim gabungan TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan 4.364 cartridge liquid vape yang diduga mengandung narkotika di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Ribuan cartridge tersebut ditemukan tersembunyi dalam tiga kardus berisi keripik singkong yang diangkut menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Pengungkapan itu dilakukan sekitar pukul 02.50 WIB, Senin, 5 Oktober 2026. Bus ALS bernomor polisi BK 7571 UA tersebut diduga membawa barang kiriman dari Medan dengan tujuan Tangerang.

Operasi ini melibatkan Tim Fleet Quick Response (FIQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung, Satuan Tugas Intelijen Maritim Pusat Intelijen TNI AL, dan Tim Pengamanan Objek Vital Nasional ASDP Bakauheni.

Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, mengapresiasi seluruh personel yang terlibat. Menurut dia, pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi antarsatuan serta tindak lanjut atas informasi intelijen mengenai dugaan peredaran zat terlarang melalui jalur penyeberangan.

 

Disamarkan dalam Kardus Keripik

Kasus ini bermula ketika petugas menerima informasi intelijen mengenai dugaan pengiriman cartridge liquid vape yang terindikasi mengandung etomidate. Petugas kemudian memeriksa kendaraan yang berada di kawasan pelabuhan. 

Saat memeriksa bus ALS, tim gabungan menemukan tiga kardus berisi keripik singkong yang ternyata menyimpan ribuan cartridge vape. Barang tersebut diduga dititipkan oleh seseorang yang identitasnya belum diketahui kepada pengemudi bus untuk dikirim dari Medan menuju Tangerang.

Seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Markas Komando Lanal Lampung untuk diperiksa dan dihitung bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung.

Uji Awal Indikasikan Kokain

Dari hasil penghitungan, petugas menemukan 4.364 cartridge yang terdiri atas dua merek, yakni Yakuza XL dan Batman. Rinciannya, sebanyak 1.590 cartridge Yakuza XL berwarna ungu dan 1.173 cartridge Yakuza XL berwarna merah ditemukan dalam dua kardus pertama.

Sementara itu, kardus ketiga berisi 797 cartridge Batman berwarna hitam, 210 cartridge Yakuza XL berwarna ungu, dan 594 cartridge Yakuza XL berwarna merah.

Lanal Lampung bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Lampung serta BNN Provinsi Lampung melakukan pengujian awal menggunakan narco test. Hasil pengujian menunjukkan reaksi positif terhadap indikasi kandungan kokain. 

Namun, temuan tersebut masih harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis zat yang terkandung di dalam barang bukti. Dugaan kandungan etomidate maupun kokain belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan oleh pihak berwenang.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Nilai Barang Diperkirakan Miliaran Rupiah

Dalam pemaparan awal, nilai pasar ribuan cartridge tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah apabila kandungan zat terlarang terkonfirmasi. Nilai tersebut masih berupa estimasi yang memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Petugas juga menyampaikan simulasi potensi jumlah masyarakat yang dapat terlindungi dari peredaran barang tersebut, yakni sekitar 13.092 hingga 21.820 orang. Perhitungan ini menggunakan asumsi tiga sampai lima orang untuk setiap cartridge.

Adapun potensi biaya rehabilitasi yang dapat dihindari diperkirakan mencapai Rp11,19 miliar hingga Rp18,65 miliar. Angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan tolok ukur historis BNN, bukan penghematan aktual yang telah terverifikasi.

Pemeriksaan laboratorium menjadi tahapan penting untuk memastikan kandungan zat dalam ribuan cartridge yang diamankan tersebut.

(Silvana Febiari)