Ilustrasi rupiah. Foto: Freepik
10 Fakta Menarik tentang Hari Oeang yang Diperingati Setiap 30 Oktober
Muhamad Marup • 16 October 2026 17:47
Jakarta: Tanggal 30 Oktober merupakan Hari Keuangan Nasional atau Hari Oeang Nasional. Peringatan Hari Oeang bertujuan untuk mengenang salah satu tonggak penting dalam sejarah ekonomi setelah kemerdekaan.
Tanggal ini berkaitan dengan peredaran Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). ORI merupakan mata uang pertama yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia.
Kehadiran ORI bukan sekadar menyediakan alat pembayaran bagi masyarakat, melainkan juga menjadi simbol kedaulatan dan identitas bangsa. Berikut fakta menarik tentang Hari Oeang Nasional.
Fakta Menarik Hari Oeang Nasional
Dilansir dari laman Pajakku, berikut 10 fakta Hari Oeang yang menarik untuk diketahui:1. Rancangan Mata Uang Indonesia Dibuat Setelah Kemerdekaan
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum langsung memiliki mata uang nasional yang berlaku secara resmi. Kondisi ekonomi saat itu masih sulit dan masyarakat menggunakan beberapa jenis mata uang yang beredar sejak masa sebelumnya.Terdapat tiga jenis mata uang yang beredar, yakni mata uang pendudukan Jepang, uang De Javasche Bank, dan uang Gulden Hindia Belanda. Peredaran berbagai mata uang tersebut berlangsung di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil dan tekanan inflasi.
Situasi ini mendorong pemerintah Indonesia merancang mata uang sendiri. Langkah tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi, tetapi juga untuk memperkuat lambang negara merdeka dan memperkenalkan identitas Republik Indonesia kepada masyarakat luas.
2. ORI Lahir di Tengah Kondisi Ekonomi yang Belum Stabil
Ketika pemerintah Indonesia mempersiapkan mata uang nasional, Netherlands Indies Civil Administration (NICA) datang kembali dan berupaya menerbitkan mata uangnya sendiri.Kehadiran NICA menambah tekanan terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil. Situasi ini diperumit dengan peredaran mata jangan yang berbeda pada saat itu.
Pemerintah Indonesia kemudian mempercepat proses produksi Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Penerbitan mata uang sendiri diharapkan membantu pemerintah memperkuat kendali atas sistem pembayaran sekaligus mengurangi tekanan yang timbul akibat ketidakstabilan ekonomi.
3. Penerbitan ORI Melewati Beberapa Pergantian Menteri Keuangan
Penerbitan mata uang nasional berlangsung ketika jabatan Menteri Keuangan beberapa kali mengalami pergantian.Dr. Samsi menjadi Menteri Keuangan pertama setelah Indonesia merdeka. Selama menjabat, ia berfokus memperoleh dan mencairkan dana untuk membiayai perjuangan Indonesia. Namun, ia mengundurkan diri pada 26 September 1945.
Jabatan tersebut kemudian beralih kepada A.A. Maramis. Setelah itu, Sunarjo Kolopaking kemudian jabatan Menteri Keuangan dipegang oleh Ir. Surachman Tjokroadisurjo.
Pada 2 Oktober 1946, jabatan Menteri Keuangan berada di tangan Mr. Sjafruddin Prawiranegara menggantikan Ir. Surachman. Pada periode inilah ORI akhirnya mulai diterbitkan dan diedarkan secara resmi.
Oeang Republik Indonesia. Foto: Kementerian Keuangan
4. Nama Rupiah Digunakan dalam Perkembangan Mata Uang Indonesia
Perubahan nama dan perkembangan mata uang Indonesia berlangsung seiring dengan perubahan sistem pemerintahan serta lembaga keuangan negara.Setelah masa Republik Indonesia Serikat berakhir dan Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, sistem moneter nasional terus mengalami perkembangan.
Salah satu tonggak pentingnya adalah berdirinya Bank Indonesia sebagai bank sentral pada 1953, setelah proses pengambilalihan De Javasche Bank.
Dalam perkembangan berikutnya, uang baru diterbitkan dan dikenal dengan nama rupiah, yang kemudian menjadi mata uang nasional Indonesia hingga saat ini.
5. Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) Diedarkan dan Ditandatangani A.A. Maramis
Uang kertas Indonesia pertama kali dicetak dan diedarkan dengan nama Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). ORI diterbitkan pada sejak 30 Oktober 1946, dan sejak saat itu secara otomatis mata uang lain tidak berlaku lagi.Pada saat itu, A. A. Maramis membubuhkan tanda tangannya di lembar ORI. Tanda tangan tersebut menjadi bukti bahwa ORI yang beredar merupakan mata uang Indonesia yang sah.
6. ORI Pertama Memiliki Delapan Pecahan Uang Kertas
Saat pertama kali beredar, ORI hadir dalam delapan pecahan uang kertas. Pecahan tersebut terdiri atas:- Satu sen
- Lima sen
- Sepuluh sen
- Setengah rupiah
- Satu rupiah
- Lima rupiah
- Sepuluh rupiah
- Seratus rupiah
7. Mohammad Hatta Mengumumkan Peredaran ORI Melalui Radio
Sehari sebelum ORI mulai beredar, Wakil Presiden Mohammad Hatta menyampaikan pengumuman melalui Radio Republik Indonesia (RRI) di Yogyakarta pada 29 Oktober 1946.Ia mengumumkan bahwa ORI akan mulai berlaku pada pukul 00.00 tanggal 30 Oktober 1946. Pidato tersebut menegaskan arti penting ORI sebagai simbol kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia.
8. ORI Diterbitkan dalam Beberapa Seri
ORI tidak hanya terdiri atas satu seri. Dalam perkembangannya, pemerintah menerbitkan beberapa seri uang dengan periode dan penandatangan yang berbeda.Berikut sejumlah seri yang tercatat dalam sejarah ORI:
- ORI Seri I, bertanggal 17 Oktober 1945 dan ditandatangani A.A. Maramis
- ORI Seri II, bertanggal 1 Januari 1947 dan ditandatangani Mr. Sjafruddin Prawiranegara
- ORI Seri III, bertanggal 26 Juli 1947 dan ditandatangani A.A. Maramis
- ORI Seri IV, bertanggal 23 Agustus 1948 dan ditandatangani Drs. Mohammad Hatta
- Seri ORI Baru, bertanggal 17 Agustus 1949 dan ditandatangani Mr. Loekman Hakim
- ORI Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) lahir pada 1 Januari 1950. Ketika Indonesia menjadi RIS, mata uang RIS resmi diberlakukan menggantikan Seri ORI Baru.
9. Belanda Tidak Mengakui ORI
Perjalanan ORI juga menghadapi tantangan dari Belanda yang kembali ke Indonesia, Belanda tidak mengakui ORI sebagai alat pembayaran yang sah. Pihak Belanda tetap menggunakan mata uangnya untuk berbagai kepentingan, termasuk keperluan militer.Di tengah perbedaan tersebut, masyarakat Indonesia tetap menggunakan ORI sebagai bentuk dukungan terhadap Republik Indonesia dan kedaulatan negara.
10. Lahirnya ORI Diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional
Peredaran ORI pada 30 Oktober 1946 menjadi tonggak penting dalam sejarah keuangan Indonesia. Tanggal tersebut menandai pertama kalinya pemerintah Republik Indonesia memberlakukan mata uang nasional sendiri secara resmi.Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, 30 Oktober diperingati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia sekaligus dikenal sebagai Hari Keuangan Nasional.
Peringatan ini menjadi pengingat atas perjuangan pemerintah dalam membangun sistem keuangan mandiri sekaligus menegaskan kedaulatan Indonesia setelah kemerdekaan.
(Siti Nahdia Usman)