Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id
Wall Street Menguat Lagi, Nasdaq 'Gondol' Cuan Paling Banyak
Husen Miftahudin • 3 October 2026 07:47
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat, setelah laporan ketenagakerjaan September menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 3 Oktober 2026, Dow Jones Industrial Average naik 250 poin atau 0,49 persen menjadi 51.176,96. S&P 500 menguat 0,7 persen atau 56,27 poin ke level 7.722,72.
Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,19 persen atau 319,27 poin menjadi 27.190,86. Indeks tersebut sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Jumat sebelum memangkas sebagian kenaikannya.
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor barang konsumsi non-esensial, material, dan teknologi masing-masing mencatat kenaikan sekitar 1 persen atau lebih. Sektor perawatan kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah pada perdagangan tersebut.
Data tenaga kerja AS di bawah ekspektasi
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah pekerjaan nonpertanian bertambah 29 ribu pada September 2026. Pertumbuhan tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar.
Pada periode yang sama, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,2 persen. Data tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena kondisi pasar tenaga kerja menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed.
Setelah laporan nonfarm payrolls dirilis, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed pada 27-28 Oktober berada di sekitar 22 persen. Angka tersebut turun dari sekitar 64 persen pada pekan sebelumnya berdasarkan CME FedWatch.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak volatil setelah publikasi data ketenagakerjaan. Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun sempat turun ke 5,16 persen sebelum berbalik mendekati 5,3 persen menjelang akhir perdagangan.
Sedangkan, imbal hasil obligasi dua tahun berada di sekitar 4,73 persen dan obligasi 30 tahun bertahan di dekat 5,63 persen.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: iStock)
Saham Nike tertekan, Tesla menguat
Dari sektor korporasi, saham Nike turun sekitar 3,6 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal pertama fiskal sebesar USD11,21 miliar. Angka tersebut meleset dari perkiraan dan turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nike juga memperkirakan pendapatan sepanjang tahun fiskal akan turun dalam kisaran satu digit tinggi serta mengumumkan pemutusan hubungan kerja.
Sebaliknya, saham Teradyne melonjak 8 persen didorong permintaan pengujian chip yang kuat dan prospek sektor semikonduktor yang positif.
Saham Tesla naik 4,65 persen meskipun pengiriman kendaraan pada kuartal ketiga turun 2 persen.
Sementara itu, Nvidia, AMD, CrowdStrike, dan Palo Alto Networks ditutup pada rekor tertinggi. Di sisi lain, saham Seagate dan Western Digital anjlok setelah Toshiba melaporkan peningkatan pasokan hard disk drive.