KPK Tegaskan Penyidikan Dugaan Korupsi Cukai Perusahaan Rokok Murni Penegakan Hukum

Gedung KPK. Foto: Antara

KPK Tegaskan Penyidikan Dugaan Korupsi Cukai Perusahaan Rokok Murni Penegakan Hukum

Anggi Tondi Martaon • 30 October 2026 10:55

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait cukai di PT Djarum. Korupsi tersebut diperkirakan merugikan negara triliunan rupiah.

“Ini murni terkait dengan penegakan hukum perkara dugaan tindak pidana korupsi,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dikutip dari Antara, Jumat, 30 Oktober 2026.

Budi menegaskan penyidikan kasus tersebut bermula dari bukti-bukti yang telah didapatkan penyidik KPK. "Sehingga atas bukti permulaan tersebut maka perkara ini diputuskan untuk naik ke tahap penyidikan,” ungkap Budi.

Setelah itu, Budi mengatakan KPK memutuskan untuk mendahulukan penggeledahan sebagai bagian dari strategi penyidikan kasus tersebut. Penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan bukti.
 


“Pada tahap penyidikan awal ini, strategi penyidikannya adalah melakukan kegiatan penggeledahan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan dalam pengungkapan perkara ini,” ujar Buri.

Kasus tersebut bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Bea Cukai pada Februari 2026. Sejumlah pihak ditetapkan sebagai tersangka.

Pada 21 Juli 2026, KPK mengumumkan pengembangan perkara tersebut melalui penerbitan dua surat perintah penyidikan (sprindik). Dalam satu sprindik tersebut, KPK telah menetapkan seorang tersangka. Sementara satu lainnya merupakan sprindik umum sehingga belum ada tersangka yang ditetapkan.


Gedung KPK. Foto: Antara.

Hingga 26 Agustus 2026, sejumlah pihak telah ditetapkan dan ditahan sebagai tersangka dalam perkara tersebut, yaitu:
  • Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal
  • Kepala Subdirektorat Intelijen Bea Cukai Sisprian Subiaksono
  • Kepala Seksi Penindakan II Bea Cukai Orlando Hamonangan
  • Pemilik Blueray Cargo John Field
  • Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan
  • Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri
  • Kepala Seksi Intelijen Cukai Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo
  • Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Hernanda.

(Anggi Tondi)