Ilustrasi Polri. MI
Polri Berperan Penting Menjaga Demokrasi
M Sholahadhin Azhar • 2 September 2026 21:47
Jakarta: Polri dinilai memiliki peran signifikan dalam menjaga demokrasi. Polri telah mempelajari pola dan memiliki pendekatan berbeda terhadap berbagai kelompok yang terlibat dalam penyampaian aspirasi. Hal tersebut, menjadi modal penting dalam menjaga agar penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan dalam koridor demokrasi.
"Artinya Polri telah paham betul mana aspirasi resmi yang dibawa oleh masyarakat dan mana kelompok yang ingin memanfaatkan aspirasi tersebut. Inilah poin dari Polri sebagai ujung tombak dalam menjaga demokrasi," kata peneliti senior BRIN Syaufuan Rozi, dalam diskusi di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Baca Juga :
Bareskrim Geledah Toko Emas di Cikini
"Kalau saran saya, ketika ada kelompok Anarko, aparat bisa melakukan mitigasi konflik dengan tidak memberikan ruang terjadinya konfrontasi," kata Syaufuan.
Pengamat kebijakan publik Faisal Lohy, memberikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan penting terhadap kinerja Polri dalam penyampaian aspirasi 27 Agustus. Faisal secara objektif menilai Polri memiliki peran besar dalam menjaga jalannya demokrasi melalui pengamanan penyampaian aspirasi masyarakat.
“Saya secara fair mengatakan bahwa dalam aksi 27 Agustus kemarin, Polri berperan penuh dan menjadi ujung tombak dalam menjaga demokrasi. Aksi yang berjalan aman dan damai merupakan salah satu bentuk keberhasilan Polri," tutur Faisal Lohy

Ilustrasi Polri. Medcom
Namun demikian, ia menekankan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi. Khususnya, terkait kemampuan deteksi dini terhadap kelompok yang berpotensi memicu kerusuhan.
Moderator diskusi, Fauzan Ohorella, menilai pengawalan penyampaian aspirasi pada 27 Agustus merupakan bentuk komitmen aparat keamanan dalam mengawal ruang demokrasi dan kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Menurut Fauzan, pendekatan keamanan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menunjukkan adanya pergeseran pola pengamanan terhadap massa penyampaian aspirasi.
Ia menilai pendekatan persuasif yang dikedepankan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Penanganan penyampaian aspirasi pada 27 Agustus kemarin adalah bentuk komitmen aparat dalam mengawal agenda demokrasi masyarakat. Kita juga perlu memberikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya,” ujar Fauzan Ohorella.