Penurunan Inflasi AS Bikin Harga Emas Dunia Makin Kinclong

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Penurunan Inflasi AS Bikin Harga Emas Dunia Makin Kinclong

Husen Miftahudin • 14 February 2026 09:45

Chicago: Harga emas dunia melonjak pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah inflasi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan pada Januari.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu, 14 Februari 2026, harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, naik sebanyak 1,4 persen menjadi USD5.018 per ons.

Sementara, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, melonjak hingga sebesar 1,6 persen menjadi USD4.998,2 per ons.

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) meningkat 0,2 persen secara bulanan (mom) pada Januari 2026 dan 2,4 persen secara tahunan (yoy).

Angka realisasi ini lebih rendah ketimbang proyeksi para ekonom yang memperkirakan kenaikan harga konsumen sebesar 0,3 persen (mom) dan kenaikan tahunan sebesar 2,5 persen (yoy).
 

Baca juga: Harga Emas Berjangka Turun 0,1% Jadi USD5.092


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Imbas penurunan harga bensin


Manajer Portofolio di Quilter Stuart Clark mengungkapkan harga bensin yang lebih rendah menjadi pendorong utama yang menurunkan inflasi lebih dari yang diperkirakan, tetapi berapa lama tren penurunan ini akan berlangsung masih harus dilihat.

"Tarif terus menyebabkan harga berfluktuasi, sementara Presiden Trump menginginkan ekonomi yang kuat menjelang pemilihan paruh waktu, jadi kami masih melihat inflasi akan meningkat lagi," jelas dia.

Clark mengatakan hal ini meninggalkan gambaran yang tidak jelas bagi para pembuat kebijakan moneter. "Meskipun tren penurunan berkelanjutan menuju target pasti akan digunakan untuk mendorong The Fed memangkas suku bunga lebih cepat, dan membuka pintu bagi Kevin Warsh untuk lebih akomodatif terhadap Presiden Trump ketika masa jabatannya dimulai, sama sekali bukan kepastian AS membutuhkan kebijakan moneter yang lebih longgar saat ini," tambah dia.

Prospek suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong harga emas karena meningkatkan daya tarik untuk memiliki logam mulia tersebut sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)