Emas batangan. Foto: dok Global Bullion Suppliers.
Harga Emas Berjangka Turun 0,1% Jadi USD5.092
Husen Miftahudin • 13 February 2026 08:26
Chicago: Harga emas dunia bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah data pekerjaan untuk periode Januari yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara, investor menunggu angka inflasi yang dirilis Jumat untuk mendapatkan sinyal lebih lanjut tentang kebijakan moneter.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat, 13 Februari 2026, harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, turun 0,1 persen menjadi USD5.092,30 per troy ons. Sementara harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini naik 0,4 persen menjadi USD5.075,28.
Seorang ahli strategi di OCBC Christopher Wong mengatakan laporan pekerjaan yang lebih kuat menyebabkan sedikit penurunan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed. Kondisi ini menjadi faktor utama dalam pergerakan emas yang kurang menggembirakan.
| Baca juga: Harga Emas Masih Punya Peluang Naik Lagi Meski Sempat Tergelincir |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Tingkat pengangguran turun jadi 4,3%
Adapun, pertumbuhan lapangan kerja di AS secara tak terduga meningkat pada Januari dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen meskipun peningkatan terbesar dalam jumlah tenaga kerja dalam 13 bulan terakhir kemungkinan melebih-lebihkan kekuatan pasar tenaga kerja.
Revisi menunjukkan perekonomian menambah sebanyak 181 ribu lapangan kerja pada 2025, bukan 584 ribu seperti yang diperkirakan sebelumnya.
"Sensitivitas terhadap dolar, penyesuaian harga imbal hasil, dan ketidakpastian seputar kebijakan Fed diperkirakan akan terus menimbulkan risiko dua arah bagi emas dalam jangka pendek," tambah Wong.
Para investor kini menantikan data klaim pengangguran mingguan dan angka inflasi pada Jumat untuk mendapatkan panduan lebih lanjut mengenai arah kebijakan Federal Reserve.