Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.
Rupiah Hampir Rp17 Ribu, Istana Fokus Perkuat Fundamental Ekonomi
Kautsar Widya Prabowo • 22 January 2026 19:46
Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespon soal nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Pemerintah, kata dia, lebih menitikberatkan pada penguatan fundamental ekonomi nasional secara menyeluruh.
"Yang paling penting adalah bagaimana memastikan fundamental ekonomi kita kuat, kemudian sektor-sektor riil didorong untuk tumbuh dan berkembang, karena kuncinya ada di situ,” Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Januari 2026.
Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan, persoalan nilai tukar rupiah menjadi salah satu hal yang dibahas dalam acara sarapan bersama dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Wisma Negara, Rabu, 21 Januari 2025. Acara tersebut, kata Prasetyo, sebagai upaya memperkuat kondisi ekonomi nasional.
Baca Juga :
Rupiah Menguat Usai Trump Melunak soal Greenland

Ilustrasi. Foto: MI.
Selain isu nilai tukar, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah membahas percepatan belanja negara pada awal tahun. Menurutnya, optimalisasi belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Di awal tahun, seperti biasa, government spending juga menjadi salah satu yang dibahas. Kita menghendaki agar belanja pemerintah di awal tahun sudah bisa optimal karena ini bagian dari stimulus ekonomi,” pungkas Prasetyo.