Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Menkeu: 1,2 Miliar Batang Rokok Ilegal Diamankan hingga September 2026
Ade Hapsari Lestarini • 8 October 2026 11:31
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah menindak 1,2 miliar batang rokok ilegal hingga September 2026. Penindakan tercatat sebanyak 15.307 kali atau meningkat 9,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Saat ini rokok ilegal telah kami amankan 1,2 miliar batang. Supaya bisa merasakan, 1,2 miliar batang sampai dengan September lalu," kata Suahasil dalam acara bertajuk Program 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita, di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 8 Oktober 2026.
Penindakan dilakukan melalui DJBC yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum terkait. Selain rokok ilegal, DJBC juga melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika. Hingga September 2026, tercatat 1.284 kali penindakan dengan total barang bukti mencapai 11,27 ton.
Kemudian, Suahasil turut melaporkan DJBC sudah melakukan 94 kali penindakan terhadap penyelundupan emas ilegal dengan total barang bukti mencapai 353 kg.

Menkeu Suahasil Nazara. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Penyelundupan emas dari serpihan hingga bubuk
"Banyak yang menyelundupkan emas keluar Indonesia. Lewat udara, lewat pelabuhan laut. Sebanyak 353 kilogram emas berbagai macam tipe. Dari yang serpihan, dari yang bubuk, sampai yang berbentuk bongkahan, dan berbentuk macam-macam," jelas Suahasil.
"Ya boleh saja membawa emas ke luar negeri, ekspor emas adalah sesuatu yang baik, tapi lakukan dengan tata kelola formulir yang baik dan tata kelola yang baik," tambah dia.
Lebih lanjut, Menkeu menilai Kemenkeu melalui DJBC akan terus melakukan penindakan terhadap barang dan aktivitas ilegal guna menjaga stabilitas ekonomi.
Sebab, stabilitas ekonomi tidak hanya dijaga melalui indikator makro dan fiskal, tetapi juga lewat perlindungan kegiatan ekonomi legal dari aktivitas ilegal yang merugikan.
"Tentu kita laksanakan (penindakan) bersama dengan aparat-aparat yang lain. Kepolisian, TNI, BNN. Bersama kami juga berpartisipasi melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," kata Bendahara Negara itu.