10 Tanda HP Disadap dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi freepik

10 Tanda HP Disadap dan Cara Mengatasinya

Putri Purnama Sari • 4 November 2026 18:22

Jakarta: Penyadapan handphone (HP) menjadi salah satu ancaman keamanan digital yang perlu diwaspadai. Praktik ini dapat membuat informasi pribadi, percakapan, hingga aktivitas komunikasi pengguna diakses oleh pihak lain tanpa izin.

Penyadapan dapat dilakukan melalui berbagai metode. Salah satunya dengan menyusupkan perangkat lunak berbahaya atau spyware ke dalam perangkat korban. Program tersebut dapat menjalankan aktivitas tertentu di latar belakang tanpa disadari pemilik HP.

Namun, tidak semua gangguan pada handphone menandakan penyadapan. Baterai cepat habis, performa melambat, atau aplikasi sering mengalami gangguan juga bisa disebabkan oleh faktor teknis lainnya.

Lantas, bagaimana cara mengetahui HP disadap dan apa saja tanda-tandanya? Berikut informasinya.

10 Ciri-Ciri HP Disadap

Dikutip dari Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), berikut sejumlah tanda yang dapat mengindikasikan adanya aktivitas mencurigakan pada handphone.

1. Baterai HP Cepat Habis

Baterai handphone yang tiba-tiba cepat habis meskipun jarang digunakan patut diwaspadai. Kondisi ini bisa terjadi karena terdapat aplikasi atau program yang terus berjalan di latar belakang.

Spyware tertentu dapat menjalankan aktivitas pemantauan tanpa diketahui pengguna sehingga meningkatkan konsumsi daya baterai. Meski demikian, baterai yang sudah menurun kualitasnya juga dapat menjadi penyebab kondisi tersebut.

2. Performa HP Menurun

Handphone yang biasanya beroperasi dengan lancar tiba-tiba menjadi lambat, tidak responsif, atau sering mengalami gangguan juga perlu diperhatikan.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah aktivitas aplikasi mencurigakan yang menggunakan sumber daya perangkat secara berlebihan. Pengguna dapat memeriksa aplikasi yang berjalan dan penggunaan memori untuk mengetahui penyebabnya.
 
3. Aplikasi Sering Berhenti atau Mengalami Crash


Ilustrasi freepik

Tanda lainnya adalah aplikasi yang sering tertutup sendiri, membutuhkan waktu lama untuk dibuka, atau tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh perangkat lunak berbahaya yang memengaruhi kinerja sistem. Namun, masalah kompatibilitas aplikasi, pembaruan yang belum dilakukan, dan kapasitas penyimpanan yang penuh juga bisa menjadi penyebabnya.

4. Layar Sering Membeku dan HP Restart Sendiri

Jika layar handphone tiba-tiba tidak merespons atau perangkat sering melakukan restart tanpa perintah pengguna, kondisi tersebut perlu diperiksa.

Gangguan sistem maupun aplikasi berbahaya dapat memengaruhi kestabilan perangkat. Pengguna sebaiknya memeriksa aplikasi yang baru dipasang dan aktivitas yang terjadi sebelum gangguan muncul.

5. Ada Panggilan atau Pesan yang Tidak Pernah Dilakukan

Periksa riwayat panggilan dan pesan secara berkala. Jika ditemukan panggilan keluar atau pesan terkirim yang tidak pernah dilakukan, pengguna perlu mewaspadai kemungkinan adanya akses tidak sah terhadap perangkat.

Aktivitas tersebut dapat mengindikasikan penyalahgunaan perangkat atau akun komunikasi oleh pihak lain.

6. Aktivitas Media Sosial Mencurigakan

Akun media sosial yang tiba-tiba mengunggah konten, mengirim pesan, atau mengikuti akun tertentu tanpa sepengetahuan pemiliknya dapat menjadi tanda adanya akses tidak sah.

Pengguna perlu memeriksa riwayat aktivitas dan daftar perangkat yang terhubung dengan akun. Sebab, penyalahgunaan akun juga dapat terjadi meskipun handphone tidak disadap.
7. Muncul Iklan Pop-up Tidak Wajar

Munculnya iklan secara tiba-tiba ketika pengguna tidak sedang membuka aplikasi tertentu juga perlu diwaspadai. Terlebih jika iklan tersebut mengandung konten tidak pantas, mengarahkan pengguna ke situs mencurigakan, atau terus muncul meskipun browser sudah ditutup.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh adware, yaitu perangkat lunak yang menampilkan iklan secara berlebihan pada perangkat.

8. Penggunaan Data Internet Meningkat Drastis

Penggunaan kuota internet yang meningkat tanpa perubahan pola pemakaian juga dapat menjadi tanda adanya aktivitas mencurigakan. Perangkat lunak berbahaya tertentu dapat menggunakan koneksi internet untuk mengirimkan informasi dari perangkat ke pihak lain.

Pengguna dapat memeriksa penggunaan data setiap aplikasi melalui pengaturan handphone untuk mengetahui aplikasi yang menggunakan kuota dalam jumlah tidak wajar.

9. Panggilan atau Pesan Masuk Mengalami Gangguan

Jika handphone tiba-tiba tidak menerima panggilan telepon maupun pesan singkat, pengguna perlu memeriksa kondisi jaringan dan kartu SIM.

Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut dapat diakibatkan oleh penyalahgunaan nomor atau pengambilalihan kartu SIM (SIM swap). Namun, gangguan jaringan dan masalah dari operator seluler juga bisa menjadi penyebabnya.

10. Muncul Aplikasi Tidak Dikenal

Periksa daftar aplikasi yang terpasang di handphone. Jika ditemukan aplikasi yang tidak pernah diunduh atau dipasang sendiri, pengguna perlu mencari tahu asal-usulnya.

Aplikasi mencurigakan bisa saja terpasang melalui tautan tertentu, unduhan dari sumber tidak resmi, atau penyalahgunaan akses perangkat.

Cara Mengatasi HP yang Diduga Disadap

Jika menemukan satu atau beberapa tanda tersebut, pengguna tidak perlu langsung panik. Tidak semua gangguan pada handphone menandakan penyadapan. Namun, pemeriksaan dan tindakan pengamanan perlu segera dilakukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data.

DJED Komdigi membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi handphone yang diduga disadap, di antaranya sebagai berikut:

1. Hapus Aplikasi Tidak Dikenal

Langkah pertama adalah memeriksa aplikasi yang terpasang dan menghapus program yang tidak dikenal atau tidak pernah diinstal sendiri.

Pastikan aplikasi yang dihapus bukan bagian dari sistem operasi maupun aplikasi bawaan perangkat. Jika aplikasi mencurigakan memiliki akses administrator, nonaktifkan izin tersebut terlebih dahulu melalui pengaturan keamanan.

2. Pasang Aplikasi Antimalware

Gunakan aplikasi keamanan atau antimalware untuk memindai perangkat dan mendeteksi kemungkinan keberadaan perangkat lunak berbahaya. Pada perangkat Android, pengguna juga dapat memanfaatkan Google Play Protect untuk memeriksa aplikasi yang berpotensi membahayakan perangkat.

Unduh aplikasi keamanan hanya melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store. Hindari memasang aplikasi yang meminta izin akses berlebihan dan tidak sesuai dengan fungsinya.

3. Lakukan Reset Pabrik

Jika gangguan tidak dapat diatasi dengan menghapus aplikasi mencurigakan, pengguna dapat mempertimbangkan untuk melakukan reset pabrik atau factory reset. Langkah ini akan mengembalikan handphone ke pengaturan awal sekaligus menghapus aplikasi dan data yang tersimpan di perangkat.

Sebelum melakukannya, pastikan data penting telah dicadangkan dengan aman. Setelah reset, instal kembali aplikasi melalui layanan resmi dan hindari memulihkan aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya.

4. Atur Ulang Kata Sandi

Segera ubah kata sandi akun yang terhubung dengan handphone, terutama akun email, media sosial, dan layanan perbankan. Lakukan penggantian kata sandi menggunakan perangkat lain yang dipastikan aman. Gunakan kombinasi kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun.

Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan.

5. Periksa Aktivitas Akun dan Hubungi Operator Seluler

Selain mengganti kata sandi, periksa riwayat aktivitas masuk dan daftar perangkat yang terhubung dengan akun. Keluarkan perangkat yang tidak dikenal dan cabut akses aplikasi pihak ketiga yang mencurigakan.

Jika menemukan indikasi pengambilalihan nomor telepon atau kartu SIM, segera hubungi operator seluler untuk meminta pemeriksaan dan pengamanan nomor.

Cara Mencegah Penyadapan HP


Ilustrasi freepik

Selain mengenali tanda-tandanya, pengguna perlu menerapkan kebiasaan digital yang aman untuk mengurangi risiko penyalahgunaan perangkat dan informasi pribadi.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
  1. Hindari mengunduh aplikasi dari situs atau sumber yang tidak resmi.
  2. Jangan sembarangan mengeklik tautan yang dikirim melalui pesan, email, atau media sosial.
  3. Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala untuk memperoleh pembaruan keamanan.
  4. Gunakan PIN, kata sandi, atau autentikasi biometrik untuk mengunci handphone.
  5. Jangan membagikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada orang lain.
  6. Periksa izin akses aplikasi, terutama akses kamera, mikrofon, lokasi, kontak, dan SMS.
  7. Hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik untuk mengakses layanan yang memuat informasi sensitif, seperti mobile banking atau dompet digital, tanpa perlindungan yang memadai.
  8. Aktifkan autentikasi dua faktor pada akun penting.
  9. Gunakan aplikasi komunikasi yang menyediakan enkripsi end-to-end untuk melindungi isi percakapan.
  10. Periksa aktivitas akun dan perangkat yang terhubung secara berkala.
Penyadapan dan akses tanpa izin terhadap perangkat digital dapat mengancam keamanan informasi pribadi. Karena itu, pengguna perlu lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan pada handphone.

Perlu diingat, tidak semua penyadapan meninggalkan tanda yang mudah dikenali pada perangkat. Oleh karena itu, menjaga keamanan handphone, akun, dan saluran komunikasi perlu dilakukan secara konsisten untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi pribadi.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)