Rupiah Jaga Penguatan ke Rp16.722 per USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Jaga Penguatan ke Rp16.722 per USD

Eko Nordiansyah • 28 January 2026 16:15

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Mata uang Garuda menjaga penguatan terhadap dolar AS usai sempat tertekan beberapa hari yang lalu.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 28 Januari 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.722 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 46 poin atau setara 0,27 persen dari posisi Rp16.768 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp16.700 per USD. Rupiah menguat 96 poin atau setara 0,57 persen dari Rp16.796 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.723 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.801 per USD.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Pasar pelototi rapat penetapan suku bunga

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang kini tengah berfokus terhadap pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang dijadwalkan berakhir pada Rabu, dengan pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya.

Perselisihan Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Fed Jerome Powell, yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Fed dari campur tangan politik, juga akan menjadi sorotan.

Sebelumnya, kekhawatiran akan penutupan pemerintahan AS kembali muncul setelah anggota Senat dari partai Demokrat berjanji untuk memblokir RUU pendanaan besar menyusul penembakan yang terjadi di Minneapolis baru-baru ini.

Para anggota parlemen AS menghadapi tenggat waktu pada 30 Januari untuk menghindari 'shutdown'. Pasar prediksi Polymarket menunjukkan peluang penutupan melonjak tajam dari sekitar 8 persen pada Jumat menjadi hampir 78 persen pada Senin.

Selain itu, penarikan kembali ancaman tarif perdagangan terhadap banyak negara di Eropa oleh presiden AS pekan lalu setelah AS menguasai Greenland, dan dengan demikian memperoleh pengaruh strategis di Arktik. 

Kemudian, Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap beberapa sekutu AS, terutama embargo perdagangan efektif terhadap Kanada. Presiden menolak potensi perdagangan antara Kanada dan Tiongkok, dan mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Ottawa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)