Harga Emas Dunia Tergelincir setelah Terus-terusan Cetak Rekor Tertinggi

Emas batangan. Foto: dok Global Bullion Suppliers.

Harga Emas Dunia Tergelincir setelah Terus-terusan Cetak Rekor Tertinggi

Husen Miftahudin • 30 January 2026 09:05

Chicago: Harga emas dunia jatuh tergelincir pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB) karena investor mengambil keuntungan setelah rekor tertinggi. Namun demikian, harga emas tetap berada di jalur untuk bulan terbaiknya sejak 1980-an, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Mengutip data Yahoo Finance, Jumat, 30 Januari 2026, harga emas spot turun 1,3 persen menjadi USD5.330,20 per ons. Logam mulia tersebut berbalik arah, jatuh lebih dari lima persen ke level terendah sesi di USD5.109,62 setelah menyentuh rekor tertinggi USD5.594,82 di awal sesi.

Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 0,3 persen lebih rendah di USD5.318,40. Namun, harga emas spot masih naik sekitar 24 persen untuk bulan ini dan tujuh persen pada minggu ini.

Adapun, UBS menaikkan perkiraan harga emasnya menjadi USD6.200 untuk tiga kuartal pertama tahun ini, sementara memproyeksikan harga emas akan turun menjadi USD5.900 pada akhir 2026.
 

Baca juga: Harga Emas Makin Kinclong, Hari Ini Bakal Tembus Segini


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Pergerakan emas dipengaruhi ketidakpastian geopolitik


Menambah ketidakpastian geopolitik, Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk menegosiasikan kesepakatan nuklir. Sementara Teheran mengancam pembalasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya.

Di sisi lain, Bank Sentral AS (Federal Reserve) mempertahankan suku bunga tidak berubah, karena investor menunggu pengumuman Trump tentang pengganti ketua bank sentral Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada Mei. Pasar memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga berikutnya pada Juni 2026.

Sementara itu, harga perak spot turun 2,1 persen menjadi USD114,141 per ons setelah mencapai USD121,64. Harga perak telah melonjak lebih dari 60 persen sejauh bulan ini, didorong oleh defisit pasokan dan pembelian momentum.

Platinum spot turun 3,2 persen menjadi USD2.602,85 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi USD2.918,80 pada perdagangan Senin, sementara paladium turun 3,7 persen menjadi USD1.996,65.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)