Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: ANTARA/HO-Manggala Agni.
Penanganan Karhutla Didorong Difokuskan di Lahan Gambut Sekitar Bandara
Fachri Audhia Hafiez • 22 August 2026 02:16
Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan didorong memprioritaskan pemadaman pada titik-titik api. Salah satunya di lahan gambut yang berisiko menyebar ke kawasan sekitar bandara.
“Difokuskan pada titik-titik api di lahan gambut yang berisiko menyebar ke kawasan sekitar bandara," kata anggota Komisi IV DPR Daniel Johan melalui keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca Juga :
Daniel juga menyoroti sebaran kabut asap akibat Karhutla di Kalimantan. Di beberapa daerah seperti Banjarbaru dan Kalimantan Selatan, jarak pandang dilaporkan sangat terbatas hingga tersisa 10 meter.
Guna mengatasi pembentukan kabut asap pekat tersebut, Daniel turut mendorong percepatan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebelum kondisi kemarau mencapai puncaknya. Upaya ini melalui koordinasi intensif antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
.jpg)
Ilustrasi Karhutla. Foto: Dok. MGN.
Ia juga menyoroti peningkatan tajam sebaran titik panas (hotspot). Berdasarkan data BNPB, wilayah Kalimantan Tengah mencatatkan hotspot tertinggi yakni 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara 3 titik.
"Ketika titik panas sudah terkonsentrasi dalam jumlah besar di Kalimantan, setiap hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi daftar lokasi prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan dalam hitungan jam," ujar Daniel.