Warga saat melakukan ziarah kubur pada momentum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu, 21 Maret 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi.
Juru Parkir Dadakan di TPU Lombok Tengah Panen Rezeki saat Lebaran
Silvana Febiari • 21 March 2026 16:45
Lombok Tengah: Juru parkir dadakan di sejumlah lokasi kuburan atau tempat pemakaman umum (TPU) di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan berkah rezeki pada Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Momentum ini membawa tambahan penghasilan di tengah meningkatnya kunjungan masyarakat ke TPU.
"Momentum hari lebaran ini banyak warga yang berkunjung ke TPU atau makam orang tua dan keluarga untuk melakukan ziarah kubur," kata Andi Rahman, salah satu juru parkir di pemakaman umum di Kecamatan Praya di Lombok Tengah, dilansir dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia mengatakan bahwa menjadi juru parkir di TPU bersifat sementara, hanya pada momentum Lebaran. Di luar itu, ia bekerja sebagai juru parkir di ritel modern yang tidak jauh dari TPU tersebut.
"Selama lebaran ini saja bekerja jadi juru parkir di TPU. Kalau setiap hari di ritel modern Kota Praya," ujarnya.
Ia mengatakan omzet yang didapatkan menjadi juru parkir di TPU selama lebaran cukup untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan untuk tarif parkir tetap sama seperti parkir di pertokoan Praya yakni sepeda motor Rp2 ribu dan mobil Rp5 ribu.
"Hasilnya cukup untuk kebutuhan keluarga. Bisa di atas Rp100 ribu per hari, kalau ramai, tergantung yang datang," ungkapnya.
Selain itu, momentum ziarah kubur pada lebaran tersebut memberikan keberkahan bagi para penjual kembang tabur kuburan. "Harga satu bungkus kembang Rp5 ribu," kata Komang, salah satu penjual kembang tabur kuburan di jalan protokol Praya.

Warga saat melakukan ziarah kubur pada momentum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu, 21 Maret 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi.
Pada hari raya Idulfitri 1447, tradisi ziarah kubur mulai ramai dilakukan oleh umat Islam, termasuk di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut menjadi momen penting untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.
Warga datang ke TPU biasanya sebelum dan sesudah salat Idulfitri dilaksanakan hingga menjelang lebaran ketupat (lebaran Syawal). "Kami setiap tahun pada momentum Idulfitri berziarah ke makam orang tua dan keluarga untuk mendoakan almarhum," kata Eny Yusrianti, salah satu penziarah kubur.
Ia mengatakan bahwa ziarah kubur merupakan tradisi yang rutin dilakukan setiap tahun. Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa setiap makhluk yang hidup di dunia kelak akan kembali kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
"Ini membuat kami untuk tetap menjaga ketakwaan dengan menjalankan perintah Allah SWT, karena hidup di dunia ini hanya sementara dan ajal bisa datang kapan saja," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.
"Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026," kata Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
Menag menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dari Tim Hisab Rukyat Kemenag. Tim menyebutkan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Ia memaparkan secara hisab tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih di bawah ufuk, dengan ketinggian antara 0 54' 27" (0,91) sampai 3 07' 52" (3,13) dan sudut elongasi berada pada 4 32' 40" (4,54) sampai 6 06' 11" (6,10).