Dokter Spesialis Paparkan Miskonsepsi Galon Guna Ulang

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Ulul Albab dalam program Kontroversi. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV

Dokter Spesialis Paparkan Miskonsepsi Galon Guna Ulang

Muhamad Marup • 8 October 2026 22:49

Jakarta: Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Ulul Albab, memaparkan adanya miskonsepsi galon guna ulang (Ganula) di masyarakat, terutama terkait keamanan. Menurutnya, Ganula yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) belum tentu aman.

"Adanya miskonsepsi bahwa ketika kita menggunakan galon guna ulang yang ber-SNI, berarti sudah aman. Belum tentu," ujar Ulul, dalam program Kontroversi, Kamis, 8 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, jika sudah aman, makan tidak mungkin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meregulasi bahkan memperketat aturannya. Menurutnya, aturan yang ketat menjadi penting untuk melindungi masyarakat.

"Tegas terkait dengan aturan karena kita bicara terkait dengan masa depan. Bagaimana akan sehat generasi kita kalau seandainya yang dikonsumsi, yang awalnya mungkin sehat, jadi tidak sehat," jelasnya.

Industri Galon Guna Ulang Belum Siap Ikuti Aturan BPA yang Lebih Ketat, Minta Penundaan hingga 2031

Ilustrasi. (dok. Istimewa)

Dari segi kesehatan, Ulul mengungkapkan banyak orang belum tahu tentang risiko dari galon guna ulang. Dengan demikian, edukasi kepada masyarakat menjadi penting.

Ia menyebut risiko kesehatan dari galon guna ulang termasuk low dose atau dosis kecil, tapi bisa berefek dalam jangka panjang. Berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, gangguan kesuburan, dan gangguan metabolik lain bisa masuk dalam efek tersebut, terutama bagi kesehatan anak-anak.

"Mungkin bersih airnya, tetapi dia dibungkus, dibawa, kemudian ditempatkan di wadah yang berbahaya," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), selama 2024-2026 menemukan beragam keluhan konsumen mulai dari galon kusam, retak, hingga dugaan peredaran galon berusia tua. Sementara, paparan panas, sinar UV, dan proses pencucian juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

"93 persen konsumen tidak mendapat informasi mengenai batas masa pakai galon dari produsen atau penjual," tutur Ketua KKI, David Tobing.

(Muhamad Marup)