Mengenal Turntable Manual, Teknologi Pemutar Lokomotif Berusia 116 Tahun

Turntable manual untuk memutar lokomotif. Foto: Akun Instagram resmi @kai121_.

Mengenal Turntable Manual, Teknologi Pemutar Lokomotif Berusia 116 Tahun

Fachri Audhia Hafiez • 28 September 2026 06:05

Jakarta: Memutar lokomotif kereta api berbobot hingga puluhan ton ternyata tidak selalu membutuhkan mesin berdaya besar. Melalui teknologi turntable manual yang dikembangkan sejak abad ke-19, lokomotif berukuran besar dapat diputar arahnya hanya dengan mengandalkan tenaga empat hingga delapan orang.
 


"Cara kerjanya seperti sebuah meja besar yang bisa diputar dengan bagian tengahnya sebagai pusat titik putar. Dengan menggunakan turntable, beban lokomotif menjadi terbagi rata ke seluruh permukaan meja, jadi enggak ada bagian yang terlalu berat di satu titik," tulis PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui akun Instagram resmi @kai121_.

Turntable manual dirancang dengan struktur khusus yang dilengkapi rel melingkar, roda pendukung, serta tuas pendorong yang terletak jauh dari pusat putaran. Desain mekanis ini memanfaatkan prinsip tuas sehingga meminimalkan daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan meja pemutar.

Penggunaan turntable bertujuan untuk memutar posisi lokomotif jenis single cabin (kabin tunggal) agar pandangan masinis tetap optimal selama mengoperasikan kereta api.


Turntable manual untuk memutar lokomotif. Foto: Akun Instagram resmi @kai121_.

Teknologi pemutar berbasis mekanis ini mulai diperkenalkan di Indonesia sejak akhir abad ke-19 pada era Hindia Belanda. Hingga kini, sejumlah fasilitas turntable bersejarah masih berfungsi aktif di beberapa depo lokomotif.

Salah satu turntable manual yang masih terawat dan beroperasi berada di Depo Lokomotif Surabaya Pasar Turi. Fasilitas tersebut tercatat telah digunakan sejak 1910 dan kini usianya menembus 116 tahun.

(Fachri Audhia Hafiez)