Rupiah 'Parkir' di Rp16.904/USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Rupiah 'Parkir' di Rp16.904/USD

Ade Hapsari Lestarini • 26 March 2026 16:48

Jakarta: Mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan sore ini kembali melemah tipis. Sebelummya, mata uang Garuda sudah menunjukkan penguatannya pada perdagangan pagi.

Mengacu data Bloomberg, Kamis, 26 Maret 2026, rupiah melemah tujuh poin atau setara 0,04 persen ke posisi Rp16.904 per USD jika dibandingkan perdagangan pagi yang berada di posisi Rp16.899 per USD.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah justru menguat 10 poin atau setara 0,06 persen menjadi Rp16.890 per USD dibandingkan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.900 per USD.

Adapun data informasi kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah berada di posisi Rp16.903 per USD. JISDOR adalah kurs referensi bank sentral yang digunakan sebagai dasar transaksi perdagangan berbasis valuta asing.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

 

Kurs rupiah sempat diprediksi melemah


Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong sebelumnya memperkirakan kurs rupiah melemah seiring skeptisisme atas perdamaian di Timur Tengah (Timteng).

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh skeptisisme akan perdamaian di Timteng. Harga minyak yang kembali naik juga membebani," ucapnya kepada Antara, Kamis, 26 Maret 2026.

Mengutip Anadolu, Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.

Ghalibaf menambahkan, rakyat Iran menuntut hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.

Adapun sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan. Hal tersebut, lanjut Tump, adalah karena dialog dengan Tehran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif".

Saat ini, harga West Texas Intermediate/minyak mentah yang diproduksi di Texas, AS, telah mencapai USD91 per barel dan Brent kembali di atas USD100 per barel. Di tengah kenaikan harga minyak, pemerintah disebut sudah menyediakan rencana untuk mengantisipasi krisis energi.

"Pemerintah telah menyampaikan apabila defisit akan tetap di bawah tiga persen dengan mengurangi anggaran untuk MBG (makan bergizi gratis)," ucap Lukman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)