Menlu: Presiden Beri Pesan Harus Siap Hadapi Segala Kemungkinan di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Foto: Metro TV.

Menlu: Presiden Beri Pesan Harus Siap Hadapi Segala Kemungkinan di Timur Tengah

Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 01:15

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam diskusi dan silaturahmi kebangsaan bersama para mantan Presiden, Wakil Presiden, serta pimpinan partai politik di Istana Merdeka.

"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Selasa malam, 3 Maret 2026.
 


Menanggapi situasi tersebut, Sugiono telah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran untuk segera melakukan langkah evakuasi bagi warga negara Indonesia (WNI). Pemulangan akan dilakukan secara bertahap bagi WNI yang bersedia dievakuasi, sementara pemerintah terus mencermati dinamika yang berkembang di lapangan.

Dalam upaya diplomatik, Sugiono mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan yang memicu ketegangan dan kembali menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah serta jalur dialog.

"Kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima," lanjut Sugiono.


Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Foto: ANTARA/Fathur Rochman.

Pertemuan strategis selama 3,5 jam tersebut menjadi wadah pertukaran pandangan terkait isu geopolitik global. Tokoh-tokoh yang hadir di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, sejumlah Wakil Presiden terdahulu, pimpinan partai politik, serta pakar diplomasi seperti mantan Menlu Alwi Shihab, Hassan Wirajuda, dan Marty Natalegawa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)