Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Ditutup ke Rp17.952/USD Rabu Sore
Eko Nordiansyah • 24 June 2026 16:11
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan terhadap dolar AS yang mengalami penguatan di tengah proyeksi kenaikan suku bunga The Fed.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 24 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.952 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 93 poin atau setara 0,52 persen dari posisi Rp17.859 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.935 per USD. Rupiah justru menguat sebanyak 72 poin atau setara 0,40 persen dari Rp17.863 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.955 per USD. Rupiah bergerak melemah dari Rp17.868 per USD pada perdagangan sebelumnya.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Terseret putusan MSCI
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen pasar yang terguncang setelah penyedia indeks global MSCI menetapkan kembali status pasar modal Indonesia berada dalam kategori 'Emerging Market', tidak berubah."Yang membuat rupiah kembali melemah cukup signifikan adalah salah satunya pernyataan dari MSCI terkait putusan indeks MSCI," jelas Ibrahim.
Dalam putusannya, MSCI mengakui langkah reformasi transparansi yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Pengakuan itu mencakup peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja High Shareholders Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan ketentuan free float minimum menjadi 15 persen.
"Meskipun pengumuman ini merupakan langkah ke arah yang benar, yang penting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini di seluruh pasar," tulis MSCI dalam rilis 2026 Market Classification Review.